Waspada 'Rapor Merah' SLIK OJK: Kini Jadi Penentu Lolos Rekrutmen Kerja di Cirebon

Pelamar kerja harus ada SLIK
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib.
0 Komentar

CIREBON – Di era digital saat ini, ijazah mentereng dan pengalaman organisasi yang segudang ternyata bukan lagi satu-satunya kunci utama bagi para pencari kerja di wilayah Cirebon untuk menembus dunia profesional. Kini, terdapat satu variabel “senyap” yang mampu membuka atau justru mengunci rapat peluang karier seseorang: rekam jejak kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat, khususnya para lulusan baru (fresh graduate), untuk mulai memperhatikan kualitas catatan kredit mereka. Pasalnya, fungsi SLIK telah mengalami pergeseran signifikan dari sekadar syarat pengajuan pinjaman bank menjadi instrumen skrining dalam proses rekrutmen pegawai di berbagai sektor industri.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengungkapkan bahwa banyak pelamar kerja yang tidak menyadari bahwa perilaku keuangan mereka di masa lalu terekam secara permanen dalam sistem. Fenomena ini kerap menjadi batu sandungan bagi mereka yang memiliki riwayat tunggakan pinjaman.

Baca Juga:Warga Empat Desa di Cirebon Selatan Protes Keras Kerusakan Jalan Mertapada–GemulungtonggohJawa Barat Jadi Pilot Project Nasional Penanganan TPPO, DP3AKB Perkuat Kolaborasi Lintas Lembaga

“SLIK ini bukan hanya diperuntukkan bagi orang yang membutuhkan pembiayaan atau kredit, tetapi juga telah menjadi salah satu indikator penting dalam proses seleksi rekrutmen,” ujar Agus saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (1/5/2026).

Jebakan Pinjol dan Paylater

Menurut Agus, tren penggunaan layanan paylater dan pinjaman online (pinjol) yang semakin masif di kalangan anak muda menjadi pisau bermata dua. Kemudahan akses yang tidak dibarengi dengan disiplin pembayaran menciptakan ‘jebakan’ yang merusak reputasi finansial para pencari kerja sebelum mereka benar-benar memulai karier.

Agus menekankan bahwa nominal utang yang kecil bukanlah jaminan keamanan. Sekalipun tunggakan hanya berjumlah puluhan ribu rupiah, jika statusnya tercatat sebagai “Macet”, maka hal tersebut akan memberikan impresi buruk terkait integritas dan tanggung jawab pelamar di mata perusahaan.

“Masyarakat mungkin dulu merasa terlalu mudah melakukan pinjaman melalui paylater atau pinjaman online, namun kemudian lalai untuk membayar. Meskipun jumlahnya tidak besar, kalau kualitas kreditnya sudah masuk kategori macet, itu akan menjadi persoalan besar saat mencari kerja,” tegas Agus.

0 Komentar