Dede Kritis Usai Tertusuk Besi Pondasi, Pemdes Gembongan Mekar Minta Bantuan Pemprov Jabar

Anak dari desa Gembongan mekar tertusuk besi
Korban masih dalam perawatan sementara di RS Gunung Jati Cirebon, menunggu ketersediaan alat medis yang memadai, Jumat (1/5/2026).
0 Komentar

CIREBON – Peristiwa tragis menimpa seorang anak laki-laki bernama Dede Farel Ajril Pratama, warga Desa Gembongan Mekar, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon. Putra dari pasangan Bapak Sonaji dan Ibu Tini tersebut kini berada dalam kondisi kritis setelah mengalami kecelakaan fatal saat bermain, yakni terjatuh dan tertusuk besi ulir di area pondasi bangunan rumah, Jumat (1/5/2026).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden memilukan itu terjadi saat korban tengah beraktivitas di sekitar lokasi pembangunan. Nahas, Dede terjatuh tepat di atas deretan besi pondasi yang mencuat, hingga salah satu besi ulir menancap di tubuhnya.

Korban telah dilarikan ke RSUD Gunung Jati, Kota Cirebon, namun penanganan medis terhadap bocah malang tersebut menemui jalan buntu. Meski sempat dibantu petugas Damkar memotong besi yang menancap di tubuh Dede Farel, hasilnya belum maksimal karena masih ada potongan besi yang tersisa pada tubuh korban.

Baca Juga:Rp27 Miliar untuk Sepatu Sekolah Rakyat Jadi Sorotan, Mensos Buka Suara: "Semua Demi Kepentingan Siswa"Waspada 'Rapor Merah' SLIK OJK: Kini Jadi Penentu Lolos Rekrutmen Kerja di Cirebon

Hingga berita ini diturunkan, tim medis RS Gunung Jati dilaporkan belum mampu melepas besi yang menancap di tubuh korban akibat keterbatasan peralatan medis yang tersedia di rumah sakit setempat.

Pemerintah Desa (Pemdes) Gembongan Mekar menyatakan bahwa upaya merujuk korban ke rumah sakit lain pun terus diupayakan. Namun, langkah tersebut terhambat oleh kendala klasik fasilitas kesehatan, di mana sejumlah rumah sakit rujukan melaporkan kapasitas ruang perawatan yang penuh.

“Kami sedang berupaya maksimal, namun kondisinya masih darurat. Besi belum bisa dilepas dan rujukan ke beberapa rumah sakit masih terkendala fasilitas serta kapasitas yang penuh. Kami masih menunggu penanganan medis yang benar-benar memadai,” ujar perwakilan Pemdes Gembongan Mekar dalam keterangan resminya.

Melihat urgensi waktu yang kian menipis, Pemerintah Desa Gembongan Mekar kini melayangkan permohonan bantuan secara terbuka kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Secara khusus, pihak desa menaruh harapan besar pada perhatian tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Kang Dedi), untuk dapat membantu memfasilitasi penanganan medis darurat bagi warganya.

“Pemdes mengupayakan bantuan kepada Pemerintah Daerah hingga ke tingkat Provinsi. Kami sangat berharap ada perhatian serius dari para pemangku kebijakan, termasuk Kang Dedi Mulyadi, agar ananda Dede segera mendapatkan penanganan spesialis yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawanya,” tambah pihak desa.

0 Komentar