Terjebak Iming-Iming Lolos Seleksi Sepak Bola, Dua Remaja Lampung Dicabuli Sopir Travel di Cirebon

Pencabulan modus penipuan dari supir travel
​Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, mengungkapkan bahwa aksi bejat ini terencana dengan rapi menggunakan tipu muslihat.
0 Komentar

CIREBON – Ambisi dua remaja asal Lampung untuk meniti karier di dunia sepak bola berujung pada pengalaman traumatis. Alih-alih mendapatkan tiket kelulusan turnamen, keduanya justru menjadi korban predator seksual di sebuah penginapan di Cirebon. Pelaku berinisial AI (46), seorang sopir travel yang memanfaatkan latar belakangnya sebagai mantan pengurus event organizer (EO) olahraga untuk menjaring korban.

​Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, mengungkapkan bahwa aksi bejat ini terencana dengan rapi menggunakan tipu muslihat. Pelaku memboyong kedua korban yang masih berusia 13 tahun dari Lampung menuju Cirebon dengan dalih mengikuti seleksi turnamen sepak bola tingkat pelajar. Kepercayaan korban dan orang tua mereka berhasil didapatkan karena rekam jejak pelaku yang memang pernah berkecimpung dalam manajemen kegiatan sepak bola.

​”Peristiwa memilukan ini terjadi pada 11 April 2026. Modusnya, pelaku membujuk korban ke Cirebon untuk mengikuti seleksi turnamen. Namun, sesampainya di penginapan, pelaku justru memberikan iming-iming kelulusan seleksi yang disertai tekanan dan paksaan untuk melakukan tindakan asusila,” jelas AKBP Eko Iskandar dalam konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga:May Day di Monas: Prabowo Janjikan 1 Juta Rumah dan Kota Baru Fasilitas Lengkap untuk BuruhSungai Cisanggarung Kembali Menelan Korban: Pencari Ikan di Kuningan Ditemukan Tewas Usai Terseret Arus

​Penangkapan Lintas Provinsi

Kasus ini mulai terkuak saat kedua korban kembali ke kampung halaman mereka di Lampung. Trauma yang mendalam membuat mereka akhirnya memberanikan diri mengadu kepada orang tua. Tak butuh waktu lama, keluarga yang tidak terima atas perlakuan tersebut segera melayangkan laporan resmi ke Polres Cirebon Kota.

​Merespons laporan tersebut, jajaran Satreskrim Polres Cirebon Kota langsung melakukan perburuan. Meskipun AI sempat mencoba melarikan diri ke luar pulau, koordinasi cepat antar-kepolisian membuahkan hasil. Pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan di wilayah Lampung melalui operasi gabungan.

​”Pelaku kami amankan di Lampung berkat kerja sama yang solid dengan rekan-rekan dari Polda Lampung. Saat ini, yang bersangkutan sudah berada dalam tahanan untuk menjalani proses hukum,” tambah Eko.

​Ancaman Hukuman Berlapis

​Pihak kepolisian memastikan akan menindak tegas pelaku dengan pasal berlapis guna memberikan efek jera. AI dinilai telah mencoreng nilai-nilai olahraga dan menghancurkan masa depan anak di bawah umur dengan memanfaatkan posisi dominannya.

0 Komentar