Dari Rumah, Perempuan Bisa Jadi Kunci Sukses Pengelolaan Sampah Nasional

Peran perempuan
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/ BPLH) dalam event Green Beauty Lifestyle.
0 Komentar

JAKARTA – Perempuan dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam mendorong gaya hidup ramah lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Peran tersebut menjadi salah satu fokus dalam talkshow bertajuk “Green Beauty Lifestyle: Bijak Memilih Produk Kebutuhan Perempuan yang Ramah Lingkungan” yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Jumat (12/6/2026), di Jakarta.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo & Conference (INVIROTECH) 2026 yang berlangsung pada 11–13 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Mengusung tema “Green Solution Technology for Climate Action”, INVIROTECH 2026 menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkenalkan inovasi dan teknologi ramah lingkungan guna mendukung aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Melalui partisipasinya dalam pameran dan konferensi lingkungan internasional tersebut, DWP KLH/BPLH menghadirkan berbagai kegiatan edukatif bertema “Perempuan Inspiratif: Bijak Berkreasi, Cerdas Berteknologi, Berdaya dengan Solusi Hijau Berkelanjutan.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup berkelanjutan, pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, serta pemanfaatan teknologi hijau dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:Lewat Grab Bintang 5 Awards 2026, Kemenpar Perkuat Daya Saing Kuliner NusantaraPengerjaan Trotoar Mandek, Pelaku Usaha di Ciledug Keluhkan Kerugian

Penasehat DWP KLH/BPLH, Alia Febyani Prabandari Jumhur Hidayat dalam keynote speech-nya menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terkait pengelolaan lingkungan. Menurutnya, perempuan memiliki pengaruh besar dalam kehidupan keluarga dan komunitas sehingga mampu menjadi motor penggerak berbagai gerakan lingkungan.

“Sekitar 49 persen penduduk Indonesia adalah perempuan dan lebih dari separuhnya merupakan pekerja. Ini menunjukkan perempuan memiliki kapasitas dan akses edukasi yang cukup baik untuk menjadi agen perubahan di masyarakat,” ujar Alia.

Ia menjelaskan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan keluarga, salah satunya melalui kebiasaan memilah sampah dari rumah tangga. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan tersebut dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat.

Alia juga menyoroti peran organisasi perempuan seperti Dharma Wanita Persatuan, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), serta berbagai komunitas perempuan yang dinilai memiliki potensi besar dalam memperluas edukasi lingkungan kepada masyarakat.

0 Komentar