BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi memperkenalkan logo Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 sebagai identitas peringatan hari jadi daerah tahun 2026. Peluncuran tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pemerintah daerah.
Tidak hanya menjadi penanda usia Kabupaten Bekasi yang memasuki tahun ke-76, logo tersebut juga merepresentasikan arah pembangunan daerah yang mengedepankan kolaborasi, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.
Mengusung tema “Bangkit Bersama, Maju Melayani, Sejahtera untuk Semua”, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum hari jadi sebagai penguat sinergi dalam membangun daerah yang lebih inklusif, adaptif, serta berdaya saing. Tema tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas visual logo Hari Jadi ke-76.
Baca Juga:Konsorsium Kunci Bersama 10 Daerah Jabar-Jateng Teken MoU, Bersatu Dorong Kejayaan Bandara KertajatiBGN Wajibkan SPPG Beli Bahan Pangan Sesuai Harga Acuan Pemerintah, Proteksi Petani dan Peternak Lokal
Berbeda dari sekadar desain peringatan tahunan, logo Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 mengusung konsep “Gerak Maju yang Inklusif”. Konsep tersebut menggambarkan semangat daerah untuk terus berkembang melalui kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik.
Secara visual, angka 7 pada logo dibentuk melalui garis-garis dinamis yang melambangkan perjalanan panjang pembangunan Kabupaten Bekasi selama 76 tahun. Bentuk tersebut juga mencerminkan percepatan pembangunan yang tetap memiliki arah, fondasi pemerintahan yang kuat, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan zaman. Sementara angka 6 dibuat menyerupai lingkaran terbuka yang menggambarkan keberlanjutan pembangunan, pelayanan tanpa henti, serta ruang kolaborasi yang selalu terbuka bagi seluruh masyarakat.
Di bagian tengah angka enam terdapat sejumlah elemen yang menggambarkan karakter Kabupaten Bekasi. Siluet kawasan industri menjadi simbol posisi Kabupaten Bekasi sebagai salah satu pusat industri nasional sekaligus penggerak investasi dan lapangan pekerjaan. Di sisi lain, hamparan sawah dan bulir padi menunjukkan bahwa daerah ini tetap memiliki identitas sebagai wilayah agraris yang menjunjung keseimbangan antara pertumbuhan industri, ketahanan pangan, serta kesejahteraan masyarakat.
Makna tersebut juga diperkuat melalui penggunaan gradasi warna. Warna kuning melambangkan harapan dan kemakmuran, oranye menggambarkan kreativitas dan optimisme, merah menjadi simbol semangat perjuangan, hijau mencerminkan keberlanjutan lingkungan, sedangkan biru melambangkan profesionalisme serta integritas dalam pelayanan publik.
