Dari Rumah, Perempuan Bisa Jadi Kunci Sukses Pengelolaan Sampah Nasional

Peran perempuan
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/ BPLH) dalam event Green Beauty Lifestyle.
0 Komentar

Menurutnya, keberhasilan program bank sampah selama ini tidak terlepas dari tingginya partisipasi perempuan yang mencapai lebih dari 50 persen. Karena itu, program tersebut perlu terus diperluas hingga menjangkau lingkungan permukiman, sekolah, kampus, maupun berbagai komunitas masyarakat.

“Program bank sampah merupakan program yang sangat baik dan perlu diperluas. Namun yang tidak kalah penting adalah edukasi dan kampanye yang dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terus tumbuh,” katanya.

Untuk memperkuat upaya tersebut, KLH/BPLH juga mendorong keterlibatan generasi muda melalui pendidikan lingkungan di sekolah serta pemanfaatan media sosial dan kolaborasi dengan influencer guna memperluas jangkauan kampanye pengelolaan sampah dan gaya hidup berkelanjutan.

Baca Juga:Lewat Grab Bintang 5 Awards 2026, Kemenpar Perkuat Daya Saing Kuliner NusantaraPengerjaan Trotoar Mandek, Pelaku Usaha di Ciledug Keluhkan Kerugian

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Widya Cipta Buana, Drs. Iwan Setiawan, menegaskan bahwa perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran sentral dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak sejak usia dini, termasuk dalam menanamkan kesadaran menjaga lingkungan.

Menurut Iwan, pendidikan lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti membiasakan anak membuang sampah pada tempatnya serta menyediakan sarana pendukung yang memadai di rumah.

“Semua keberhasilan di rumah tidak lepas dari peran ibu. Pendidikan lingkungan dapat dimulai dari keluarga melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Langkah kecil ini akan memberikan dampak besar bagi lingkungan di masa depan,” ujarnya.

Ia menilai pembentukan perilaku positif sejak dini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Direktur Mitigasi Perubahan Iklim pada Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon, Dr. Ir. Haruki Agustina, M.Sc., menyampaikan bahwa perempuan merupakan garda terdepan dalam gerakan pelestarian lingkungan karena memiliki peran penting sebagai pilar utama keluarga.

Haruki menjelaskan bahwa kebiasaan memilah sampah dari sumbernya merupakan langkah sederhana namun efektif dalam membangun budaya peduli lingkungan. Menurutnya, perubahan perilaku yang dimulai dari rumah tangga dapat menular kepada anggota keluarga, tetangga, hingga masyarakat luas.

“Perempuan sebenarnya merupakan gugus pertama dalam gerakan pelestarian lingkungan. Dari rumah, perempuan dapat mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah dan menjaga kebersihan,” katanya.

0 Komentar