Veda Ega dan Mario Aji Dapat Modal Berharga Jelang MotoGP Mandalika 2026, Keunggulan Kandang Bisa Jadi Pembeda

Veda Ega dan Mario Aji
Veda Ega dan Mario Aji
0 Komentar

JABARPUBLISHER.COM – Persiapan menghadapi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika terus dimaksimalkan. Dua pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, memanfaatkan sesi latihan privat di Pertamina Mandalika International Circuit sebagai bekal menghadapi rangkaian balapan Grand Prix musim ini.

Meski balapan kandang baru akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026, fokus keduanya saat ini tetap tertuju pada sejumlah seri yang lebih dulu digelar. Mereka dijadwalkan tampil di Silverstone, MotorLand Aragon, Misano, Red Bull Ring, hingga Motegi sebelum akhirnya berlaga di hadapan publik Indonesia. Veda akan berkompetisi di kelas Moto3, sedangkan Mario melanjutkan perjuangannya di Moto2.

Direktur Utama MGPA periode 2022–2026 sekaligus pengamat motorsport, Andhi Satria, menilai latihan di Mandalika memberikan keuntungan yang tidak dimiliki sebagian besar pembalap lain. Menurutnya, pengalaman memahami karakter lintasan sejak jauh hari menjadi modal penting ketika memasuki akhir pekan balapan.

Baca Juga:Operasi Bersih-Bersih BGN: Ratusan Pegawai Dipecat dan 833 Dapur MBG Ditutup PermanenUrai Kepadatan Lalu Lintas di Cirebon Timur, Polisi Puji Pentingnya Sinergi Industri dan Masyarakat

Ia menjelaskan bahwa tujuan latihan bukan semata mengejar catatan waktu tercepat, melainkan memperbanyak jumlah putaran untuk mengenali racing line terbaik sekaligus membangun muscle memory terhadap karakter sirkuit.

“Mereka mencari waktu dan jarak tempuh kilometer sebanyak-banyaknya di Sirkuit Mandalika untuk mencari alternatif mencatatkan waktu terbaik dan membangun muscle memory,” ujar Andhi.

Meski motor yang digunakan saat latihan berbeda dengan tunggangan resmi di kejuaraan dunia, Andhi menilai sesi tersebut tetap sangat bermanfaat. Pembalap dapat mempelajari kondisi aspal, karakter setiap tikungan, hingga arah angin yang menjadi salah satu tantangan khas Mandalika, terutama di sektor tikungan enam hingga sepuluh.

Bagi Mario Suryo Aji, latihan ini dinilai semakin menguntungkan karena ia telah beberapa kali mengaspal di Mandalika. Pengalaman tersebut diyakini membuat proses adaptasi berlangsung lebih cepat dibandingkan rival-rivalnya.

“Muscle memory-nya masih Mandalika,” kata Andhi.

Menurutnya, faktor tersebut sangat penting mengingat persaingan di kelas Moto2 berlangsung sangat ketat, dengan selisih waktu antarpembalap yang sering kali hanya terpaut sepersekian detik.

Sementara itu, Veda Ega Pratama akan menjalani salah satu momen terbesar dalam kariernya dengan tampil di depan pendukung sendiri pada ajang Moto3. Berbekal pengalaman berkompetisi di level Asia dan Eropa, pembalap muda asal Gunungkidul itu dinilai memiliki peluang untuk tampil kompetitif.

0 Komentar