CIREBON — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon mendorong penguatan kolaborasi antara pihak industri dan masyarakat setempat guna mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas yang kian krusial di kawasan Cirebon Timur. Langkah ini dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan kelancaran arus kendaraan seiring pesatnya pertumbuhan kawasan industri di wilayah tersebut.
Pertumbuhan kawasan industri di Cirebon Timur—khususnya di beberapa titik seperti Lemahabang, Losari, hingga Gebang—memang membawa dampak positif bagi perekonomian warga. Namun di sisi lain, lonjakan mobilitas kendaraan besar serta aktivitas jam masuk dan keluar kerja para buruh pabrik kerap memicu penumpukan arus kendaraan pada jam-jam sibuk.
Kasat Lantas Polresta Cirebon, AKP Yudha Satyo Rahardjo, menilai bahwa penanganan kemacetan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas lalu lintas di lapangan, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
Baca Juga:Logo Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 Resmi Diluncurkan, Simbol Kolaborasi Menuju Daerah yang Lebih MajuKonsorsium Kunci Bersama 10 Daerah Jabar-Jateng Teken MoU, Bersatu Dorong Kejayaan Bandara Kertajati
“Persoalan kemacetan di wilayah Cirebon Timur ini memerlukan penanganan terpadu. Kita tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi yang kuat antara pihak kepolisian, pelaku industri, pemerintah daerah, dan peran serta masyarakat,” ujar Yudha.
Sebagai bentuk tindakan nyata, Kasatlantas Polresta Cirebon juga meminta pengelola kawasan pabrik dan perusahaan di Cirebon Timur untuk turut bertanggung jawab terhadap penataan lalu lintas di sekitar lingkungan operasional mereka. Hal ini mencakup penyediaan kantong parkir kendaraan karyawan yang memadai, penataan ruang jemput angkutan umum, hingga pengaturan jadwal shift kerja guna memecah penumpukan massa pada jam berangkat dan pulang kantor.
Di sisi lain, keterlibatan masyarakat sekitar—termasuk kelompok Relawan Lalu Lintas (Supeltas)—juga terus dioptimalkan di bawah pembinaan aparat kepolisian. Sinergi ini diharapkan mampu membantu mempercepat penguraian titik-titik rawan macet di persimpangan atau jalur utama yang belum memiliki pembatas jalan permanen.
“Kami mengimbau kepada manajemen perusahaan agar tidak membiarkan kendaraan operasional maupun armada karyawan parkir memakan bahu jalan. Selain itu, keterlibatan warga dalam membantu pengaturan arus lalu lintas di titik-titik krusial akan terus kita bina agar tetap tertib dan utamakan keselamatan,” tambahnya.
