Andhi berharap Veda mampu menjaga konsistensi sepanjang musim dan memanfaatkan balapan kandang untuk meraih hasil terbaik.
“Targetnya tentu bisa finis di posisi yang maksimal dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia, tentu harapannya bisa podium,” ucapnya.
Selain pengalaman lintasan, faktor cuaca juga diperkirakan menjadi keuntungan tersendiri bagi dua wakil Indonesia tersebut. Suhu aspal Mandalika yang dapat mencapai 50 hingga 55 derajat Celsius diyakini lebih mudah dihadapi karena Veda dan Mario telah terbiasa berlatih di iklim tropis.
Baca Juga:Operasi Bersih-Bersih BGN: Ratusan Pegawai Dipecat dan 833 Dapur MBG Ditutup PermanenUrai Kepadatan Lalu Lintas di Cirebon Timur, Polisi Puji Pentingnya Sinergi Industri dan Masyarakat
Saat menjalani latihan privat, Veda mampu menyelesaikan sekitar 90 putaran, sedangkan Mario mencatatkan 69 putaran. Menurut Andhi, ketahanan fisik di bawah cuaca panas akan sangat menentukan performa, terutama ketika balapan memasuki lap-lap akhir.
Ia juga menilai keberhasilan salah satu pembalap Indonesia meraih hasil besar di Mandalika akan membawa dampak luas bagi dunia balap nasional. Selain meningkatkan kepercayaan sponsor lokal, prestasi tersebut diyakini dapat memacu lahirnya lebih banyak pembalap muda melalui program pembinaan yang terus dikembangkan, seperti Pertamina Mandalika Racing Series dan Indonesia Junior Talent Cup U-15.
“Sponsor lokal sepertinya akan membanjir kepada kedua pembalap ini jika mereka mampu memberikan hasil monumental di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober 2026,” pungkas Andhi. (red)
