CIREBON – Pihak pengelola Hotel Dedy Jaya Ciledug beserta sejumlah pelaku usaha di sepanjang Jalan Merdeka Barat, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan proyek perbaikan infrastruktur milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang terkesan terbengkalai. Pasalnya, proyek pengerjaan yang meliputi pengerasan, pelebaran jalan, pembuatan drainase, hingga penataan trotoar tersebut dibiarkan mandek tanpa kejelasan, hingga memicu gangguan serius terhadap aktivitas ekonomi lokal.
​Pantauan tim Jabar Publisher di lapangan menunjukkan material proyek dan galian yang belum selesai dibiarkan begitu saja di sepanjang jalur utama tersebut. Kondisi ini secara otomatis mempersulit akses masuk kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, menuju tempat usaha warga, termasuk area parkir perhotelan. Akibat buruknya tata kelola pengerjaan ini, arus lalu lintas di kawasan tersebut menjadi semrawut dan omzet para pedagang serta penyedia jasa di sekitar lokasi mengalami penurunan drastis.
​Pengelola Hotel Dedy Jaya Ciledug, mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya respons pihak kontraktor dalam menyelesaikan proyek strategis tersebut. Menurutnya, proses pengerjaan sudah memakan waktu hingga berbulan-bulan, namun hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian yang rapi.
Baca Juga:Tangis Haru dan Pesan Masa Depan Warnai Pelepasan 55 Siswa SDN 1 Dompyong Wetanbank bjb Perkuat Inklusi Keuangan Penyandang Disabilitas melalui Program DIA KITA
​”Kami selaku pelaku usaha sangat dirugikan dengan kondisi ini. Proyek pengerasan jalan dan trotoar sepanjang kurang lebih 100 meter ini dibiarkan telantar begitu saja tanpa ada kelanjutan aktivitas pekerja. Akses masuk ke hotel kami terganggu parah, dan hal ini jelas memukul operasional usaha. Pengerjaannya sudah berlangsung berbulan-bulan, tetapi hasilnya sama sekali belum rapi dan terkesan ditinggalkan,” ujar Sidik saat diwawancarai pada Sabtu (13/6/2026).
​Ia pun menambahkan bahwa keluhan serupa tidak hanya datang dari pihak perhotelan, melainkan juga dari puluhan pemilik ruko, warung, dan tempat usaha lain yang beroperasi di sepanjang Jalan Merdeka Barat. Mereka merasa dianaktirikan karena koordinasi dari pelaksana proyek dinilai sangat minim, sementara dampak kerugian ekonomi riil terus berjalan setiap hari.
​Merespons gelombang protes tersebut, tim redaksi Jabar Publisher langsung melakukan konfirmasi kepada Budi selaku pihak penanggung jawab proyek Pemprov Jabar di wilayah Ciledug. Budi secara tegas membantah tudingan bahwa proyek bernilai strategis tersebut telah ditelantarkan atau terbengkalai. Ia menjelaskan bahwa saat ini tim teknis di lapangan sedang melakukan pembagian skala prioritas pengerjaan di titik-titik yang dianggap paling krusial.
