CIREBON – Suasana haru, bangga, dan penuh harapan mewarnai acara Pelepasan Siswa dan Siswi Kelas VI A dan VI B SDN 1 Dompyong Wetan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Sabtu (13/6/2026). Sebanyak 55 siswa, terdiri dari 28 siswa Kelas VI A dan 27 siswa Kelas VI B, secara resmi menyelesaikan pendidikan dasar mereka setelah enam tahun menimba ilmu di sekolah tersebut.
Acara yang dihadiri para guru, orang tua, komite sekolah, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat itu berlangsung khidmat. Momen perpisahan terasa emosional ketika siswa-siswi yang selama enam tahun belajar bersama harus bersiap melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kepala SDN 1 Dompyong Wetan, Halimah, S.Pd.SD, menyampaikan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjuangan para siswa.
Baca Juga:bank bjb Perkuat Inklusi Keuangan Penyandang Disabilitas melalui Program DIA KITADPRD Kabupaten Cirebon Desak Penguatan Sistem dan Pengawasan Dana Desa
“Kelulusan ini bukan sebuah akhir perjalanan kalian, melainkan pintu gerbang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Teruskan perjuangan kalian melawan kebodohan dengan tetap semangat untuk terus belajar. Berbaktilah kepada kedua orang tua dan jadilah anak yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama,” pesannya.
Menurut Halimah, acara pelepasan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan bukti eratnya hubungan yang telah terjalin antara guru dan peserta didik selama enam tahun.
“Acara pelepasan ini bukanlah sebuah seremonial saja, melainkan bukti bahwa guru dan anak sudah menjadi satu dalam perjalanan kehidupan. Kini kalian telah menyelesaikan pendidikan dasar di SDN 1 Dompyong Wetan. Tugas kami sebagai guru telah tuntas mendidik selama enam tahun, namun doa-doa dari para guru tidak akan pernah berhenti dan akan terus membersamai setiap langkah kalian,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Rudi Yanto Syafiq, S.Pd, mengingatkan para orang tua agar terus mendampingi dan mengawasi anak-anak mereka setelah lulus dari sekolah dasar.
“Awasi anak-anak, asah mental mereka, dan jangan sampai anak-anak putus sekolah hanya karena satu hal. Sekolah di mana saja sama. Yang penting anak-anak mau sekolah dan jangan sampai putus sekolah,” ujarnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para lulusan agar terus berprestasi di sekolah lanjutan.
