“Tingkatkan prestasi dan buktikan bahwa lulusan SDN 1 Dompyong Wetan dapat berprestasi serta mampu bersaing di sekolah berikutnya,” tambahnya.
Pesan senada disampaikan Kepala Desa Dompyong Wetan, Warna, S.Pd. Ia menilai perkembangan teknologi telah mengubah sistem pendidikan, termasuk pelaksanaan ujian yang kini banyak menggunakan sistem digital.
“Ujian anak SD sekarang tidak sama dengan zaman dulu. Saat ini sudah banyak dilakukan secara digital. Di masa sekarang siswa perlu dibatasi dalam penggunaan gadget, terutama agar dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan mendukung proses belajar,” katanya.
Baca Juga:bank bjb Perkuat Inklusi Keuangan Penyandang Disabilitas melalui Program DIA KITADPRD Kabupaten Cirebon Desak Penguatan Sistem dan Pengawasan Dana Desa
Ia juga menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mempersiapkan mental belajar anak-anak menghadapi tantangan pendidikan yang semakin berkembang.
“Peran orang tua sangat penting untuk selalu memantau putra-putrinya dan mempersiapkan mental belajar demi masa depan yang lebih baik. Dan yang paling penting, jangan lupakan jasa guru,” pesannya.
Momen paling menyentuh datang dari Guru Kelas VI A, Ismail Marzuki, yang selama enam tahun mendampingi para siswa dalam proses belajar mengajar.
“Tidak terasa enam tahun yang begitu seru telah kami lalui bersama. Banyak suka dan duka yang menghampiri perjalanan kita. Pelepasan ini bukanlah akhir, melainkan awal petualangan baru untuk mencari ilmu di tempat yang lebih tinggi. Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan jangan pernah menyerah,” tuturnya.
Menurutnya, tantangan terbesar generasi saat ini adalah penggunaan telepon genggam yang tidak terkendali.
“Musuh terdekat anak-anak sekarang adalah HP atau gadget. Karena itu, pergunakan gadget ke arah yang positif dan bermanfaat bagi pendidikan,” katanya.
Dengan penuh kerendahan hati, Ismail juga menyampaikan permohonan maaf kepada siswa maupun orang tua siswa atas segala kekurangan selama mendidik.
Baca Juga:DPRD Kabupaten Cirebon Desak Penguatan Sistem dan Pengawasan Dana DesaDugaan Bocor Dana BOS Rp5,1 Miliar di Cirebon: Kepsek Patungan Ganti Kerugian, Jabatan Korwil Resmi Dihapus
“Saya selaku wali kelas VI A memohon maaf apabila selama membimbing dan mendidik belum memberikan pelayanan terbaik. Kami hanyalah manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan. Hari ini saya kembalikan anak-anak kepada bapak dan ibu sebagai bentuk tanggung jawab. Terima kasih karena telah mempercayakan pendidikan putra-putri bapak dan ibu kepada kami di SDN 1 Dompyong Wetan,” ucapnya.
