​”Kondisi di lapangan sebenarnya bukan terbengkalai, melainkan kami sedang memfokuskan pengerjaan pada titik-titik yang paling krusial terlebih dahulu. Saat ini konsentrasi pekerja berada di area Pintu Perlintasan Kereta Api (KAI) Ciledug dan selanjutnya akan bergeser ke area Jatiseeng. Penundaan pengerjaan di beberapa spot trotoar terjadi karena kami masih menunggu pengiriman material utama, salah satunya adalah pasokan paving block. Meskipun tenggat waktu (deadline) resmi dari Pemprov jatuh pada akhir Agustus, kami berkomitmen untuk mempercepatnya dan menargetkan seluruh proyek rampung pada akhir Juli ini,” urai Budi meluruskan situasi.
​Meski pihak pelaksana telah memberikan klarifikasi teknis dan menjanjikan percepatan target, para pelaku usaha dan warga Kecamatan Ciledug tetap mendesak adanya langkah nyata di lapangan. Mereka berharap Pemprov Jabar meningkatkan fungsi pengawasan terhadap pihak ketiga agar pengerjaan tidak terus-menerus ditunda dengan alasan klasik keterlambatan material. Warga berharap jalur ekonomi utama Ciledug ini dapat segera berfungsi normal, bersih, dan rapi demi mengembalikan gairah iklim bisnis daerah. (jay/crd)
