Waspada 'Rapor Merah' SLIK OJK: Kini Jadi Penentu Lolos Rekrutmen Kerja di Cirebon

Pelamar kerja harus ada SLIK
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib.
0 Komentar

Eskalasi Edukasi dan Layanan Konsumen

Selain masalah kelalaian pribadi, OJK Cirebon juga menyoroti tingginya angka penipuan di sektor jasa keuangan yang berisiko merusak catatan kredit masyarakat tanpa mereka sadari. Guna membendung risiko tersebut, OJK Cirebon secara masif menggencarkan program literasi keuangan di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).

Sepanjang Triwulan I-2026, OJK Cirebon mencatat telah melaksanakan 59 kegiatan edukasi keuangan, baik secara daring maupun luring, yang menjangkau sedikitnya 7.324 peserta. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.

Data internal OJK Cirebon menunjukkan tingginya urgensi masyarakat terhadap informasi kredit. Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 4.770 permintaan layanan SLIK telah diproses, dengan rincian 3.021 layanan tatap muka (walk-in) dan 1.749 layanan secara daring.

Baca Juga:Warga Empat Desa di Cirebon Selatan Protes Keras Kerusakan Jalan Mertapada–GemulungtonggohJawa Barat Jadi Pilot Project Nasional Penanganan TPPO, DP3AKB Perkuat Kolaborasi Lintas Lembaga

Di sisi lain, OJK juga terus kebanjiran aduan terkait sengketa keuangan. “Hingga periode yang sama, terdapat 901 layanan konsultasi dan pengaduan konsumen. Mayoritas pengaduan didominasi oleh sektor fintech lending yakni sebesar 32,85 persen atau sebanyak 296 layanan,” ungkap Agus.

Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi para pencari kerja bahwa di tengah kemudahan akses keuangan saat ini, kedisiplinan dalam mengelola utang kini menjadi investasi krusial demi menjaga masa depan karier yang bersih dan prospektif. (rif/dbs)

0 Komentar