BANDUNG – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung memicu terjadinya longsor besar di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, pada Jumat (1/5/2026). Insiden ambrolnya Tembok Penahan Tanah (TPT) tersebut mengakibatkan jalur utama penghubung Cikalong menuju Kampung Cikajang tertutup total dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Peristiwa yang terjadi di tengah cuaca ekstrem ini memaksa tim gabungan dari berbagai unsur untuk bekerja ekstra keras. Material tanah yang masif dilaporkan menutup badan jalan secara menyeluruh, sehingga proses evakuasi membutuhkan penanganan khusus menggunakan alat berat.
Kapolsek Pangalengan, Kompol Edi Pramana, menjelaskan bahwa upaya pembersihan material sejatinya telah dilakukan sesaat setelah kejadian. Namun, proses tersebut terpaksa dihentikan pada Jumat malam karena terkendala volume longsoran yang sangat besar serta minimnya pencahayaan dan alat di lokasi.
Baca Juga:Utamakan Lansia dan Difabel, Wamenhaj Dahnil Anzar Pastikan Fasilitas 'Business Class' di Embarkasi KertajatiPemprov Jabar Tetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda: Tonggak Kebangkitan Jati Diri Bangsa
“Pembersihan material yang menutup badan jalan tersebut membutuhkan bantuan alat berat mengingat volume tanah yang cukup masif. Kami menjadwalkan pembersihan intensif dimulai kembali pada Sabtu pagi, pukul 07.00 WIB hingga ditargetkan fungsional pada pukul 10.00 WIB,” ujar Kompol Edi Pramana saat memberikan keterangan di Bandung.
Berdasarkan laporan di lapangan, longsor dipicu oleh tebing setinggi 15 meter yang tidak kuat menahan beban air hujan. Material tanah dari Tembok Penahan Tanah (TPT) milik warga sepanjang 20 meter dengan ketebalan mencapai 2 meter runtuh seketika. “Akibat kejadian tersebut, akses jalan tertutup total. Saat ini, baik kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas,” tambahnya.
Guna mempercepat pemulihan akses publik, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Pangalengan, TNI, BPBD Kabupaten Bandung, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pemadam Kebakaran, hingga perangkat desa telah bersiaga di lokasi. Meski skala kerusakan infrastruktur cukup signifikan, pihak kepolisian memastikan tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam musibah ini.
Dihubungi secara terpisah, Camat Pangalengan, Vena Andriawan, mengungkapkan bahwa titik koordinat longsor berada di jalur strategis menuju Gardu Induk (GI) Cikalong milik PLN. Ia juga menenangkan warga dengan memastikan bahwa pemukiman penduduk berada dalam jarak yang aman dari titik longsoran.
