CIREBON – Perjuangan panjang Dede Farel Ajril Pratama, bocah malang asal Desa Gembongan Mekar, Kabupaten Cirebon, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat terombang-ambing mencari rumah sakit rujukan akibat keterbatasan alat medis, Dede akhirnya berhasil menjalani operasi pengangkatan besi ulir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Sabtu (2/5/2026).
Dede tiba di RSHS Bandung pada dini hari pukul 03.00 WIB setelah menempuh perjalanan darat yang krusial dari Cirebon. Setibanya di ruang unit gawat darurat, tim medis langsung bergerak cepat. Tidak tanggung-tanggung, lima orang dokter spesialis dikerahkan sekaligus untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memetakan risiko medis sebelum tindakan bedah dilakukan.
Kuwu (Kepala Desa) Gembonganmekar, Kamaludin, mengungkapkan bahwa sebelum dilarikan ke RSHS, pihaknya sempat berupaya membawa korban ke RS Al Ihsan di Kabupaten Bandung. Namun, pihak rumah sakit menyatakan ketidaksanggupannya dalam menangani kasus trauma berat tersebut, sehingga Dede segera dialihkan ke RSHS sebagai rumah sakit rujukan utama di Jawa Barat.
Baca Juga:Akses Cikalong-Cikajang Lumpuh Total Akibat Longsor, Tim Gabungan Terjunkan Alat BeratUtamakan Lansia dan Difabel, Wamenhaj Dahnil Anzar Pastikan Fasilitas 'Business Class' di Embarkasi Kertajati
“Kami mengambil tindakan proaktif untuk segera membawa Dede ke RS Hasan Sadikin Bandung. Alhamdulillah, setibanya di sana langsung ditangani secara intensif. Pukul 06.30 WIB Dede resmi masuk ruang operasi, dan syukurlah tindakan tersebut berjalan lancar. Saat ini kondisi Dede sudah jauh lebih stabil dan sudah bisa berbaring terlentang,” jelas Kamaludin melalui keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2026).
Peristiwa memilukan ini bermula pada Jumat (1/5/2026), saat putra dari pasangan Sonaji dan Tini tersebut terjatuh di area pondasi bangunan rumah warga. Nahas, tubuh mungilnya mendarat tepat di atas deretan besi ulir yang mencuat, hingga salah satu besi menancap dalam di tubuhnya.
Proses evakuasi awal berlangsung dramatis. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat sempat dikerahkan ke RSUD Gunung Jati Cirebon untuk memotong besi yang menancap agar mempermudah penanganan. Namun, tim medis di Cirebon menemui jalan buntu dan tidak mampu mencabut sisa besi karena keterbatasan peralatan yang memadai. Kondisi semakin genting saat beberapa rumah sakit rujukan sempat melaporkan kapasitas ruang perawatan yang penuh.
