MAJALENGKA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia melakukan terobosan layanan pada musim haji tahun ini dengan memberikan keistimewaan bagi jemaah kategori rentan. Para calon haji lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas kini diprioritaskan untuk menempati fasilitas kursi kelas bisnis (business class) selama penerbangan menuju Tanah Suci.
​Kebijakan humanis ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, saat meninjau kesiapan pemberangkatan jemaah di Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Jumat (1/5/2026). Dahnil menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan kenyamanan maksimal bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
​“Kami memberikan fasilitas kelas bisnis secara khusus bagi para orang tua kita yang lansia serta saudara-saudara difabel yang menggunakan kursi roda. Mereka akan duduk di sana agar perjalanan yang panjang ini tidak terlalu membebani kondisi fisik mereka,” ujar Dahnil di hadapan awak media di Bandara Kertajati.
Baca Juga:Pemprov Jabar Tetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda: Tonggak Kebangkitan Jati Diri BangsaTekan Angka Kriminalitas, Kejari Kabupaten Cirebon Musnahkan Ratusan Ribu Obat Terlarang dan Senjata Tajam
​Demi merealisasikan kebijakan tersebut, Kemenhaj melakukan reposisi peran petugas haji di dalam pesawat. Dahnil menjelaskan bahwa seluruh petugas pendamping yang sebelumnya mendapatkan jatah kursi bisnis, kini diinstruksikan untuk berpindah ke kelas ekonomi bersama jemaah lainnya. Langkah ini diambil guna memastikan ruang kelas bisnis sepenuhnya didedikasikan bagi kelompok rentan.
​Kertajati Sebagai Hub Utama
​Tahun ini, Bandara Kertajati diproyeksikan menjadi salah satu terminal keberangkatan haji paling sibuk. Tercatat, bandara di jantung Jawa Barat ini akan melayani sekitar 40 kelompok terbang (kloter) dengan total jemaah mencapai 17.700 orang. Mengingat besarnya volume tersebut, Dahnil meminta pengelola bandara untuk menjaga standar pelayanan pada titik tertinggi.
​”Pelayanan di Kertajati harus maksimal dan prima. Bandara ini sekarang menjadi fokus utama sebagai terminal haji, khususnya bagi warga Jawa Barat. Kita ingin proses keberangkatan berlangsung efisien dan nyaman bagi semua jemaah,” tegasnya.
​Perang Melawan Haji Ilegal dan Pungli
​Di sisi lain, Wamenhaj juga memberikan peringatan keras terkait tingginya temuan praktik haji non-kuota atau penggunaan visa tidak resmi yang marak terjadi di wilayah Jawa Barat. Ia mengingatkan bahwa keberangkatan tanpa visa haji resmi bukan hanya pelanggaran administratif, melainkan risiko hukum berat di Arab Saudi.
