Festival Serabi Cirebon, Panggung Pelestarian Kuliner dan Penggerak Ekonomi Rakyat

Festival serabi
Festival Serabi 2026 perkuat pelestarian kuliner lokal.
0 Komentar

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menilai Festival Serabi yang diselenggarakan di Kecamatan Kesambi tidak sekadar ajang perayaan kuliner, melainkan langkah strategis dalam mempertahankan warisan pangan tradisional sekaligus menggerakkan roda perekonomian bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya di Cirebon, Senin (21/6), Edo mengungkapkan bahwa serabi bukan hanya soal cita rasa khas, tetapi juga sarat akan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, gelaran Festival Serabi yang berlangsung di Kecamatan Kesambi pada Sabtu (20/6) merupakan bukti nyata komitmen pemerintah kota dalam merawat eksistensi kuliner lokal, agar tetap lestari dan tak tergerus arus modernisasi.

Baca Juga:Sidak TPS Talun, Ketua DPRD Cirebon Dorong Solusi Jangka PanjangManipulasi Absensi Digital, Ratusan ASN Pemkab Cirebon Diperiksa Maraton Terkait Penggunaan 'Fake GPS'

“Kegiatan ini adalah wujud penghormatan terhadap kekayaan kuliner tradisional. Serabi bukan sekadar hidangan, melainkan simbol keteladanan, keuletan, dan semangat gotong royong,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa upaya pelestarian kuliner lama memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi warga, khususnya bagi UMKM yang berkecimpung di bidang makanan dan minuman.

“Dengan terus mengenalkan dan mengembangkan kuliner tradisional, kita secara tidak langsung membuka peluang ekonomi sekaligus memperkokoh daya saing produk UMKM daerah,” ujar Edo.

Wali Kota juga memberikan apresiasi tinggi kepada pihak Kecamatan Kesambi yang menjadikan Festival Serabi sebagai salah satu agenda istimewa dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap acara tersebut menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di hati publik dan mampu beradaptasi dengan dinamika kekinian.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Kecamatan Kesambi yang mengusung Serabi sebagai ikon kegiatan utama. Ini pertanda bahwa potensi kuliner lokal kita masih sangat besar,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Kesambi, Eko Budiyanto, menyampaikan bahwa Festival Serabi kali ini merupakan penyelenggaraan perdana di Kota Cirebon, yang melibatkan puluhan pelaku UMKM setempat.

Baca Juga:Menuju Reakreditasi 2026, RSUD Waled Mantapkan Kapasitas SDM Lewat Pelatihan InternalPNM Green Impact: Bukan Sekadar Penghijauan, 200 Pohon Ini Disiapkan Jadi Sumber Manfaat Warga

Ia menuturkan, pemilihan serabi sebagai tema festival didasari oleh nilai filosofis yang melekat, yakni gambaran tentang kesabaran, kebersamaan, dan proses kehidupan yang tak serba instan.

0 Komentar