CIREBON — Forum Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Cirebon secara resmi dikukuhkan sebagai wadah konsolidasi strategis untuk mendorong kemandirian dan akselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat di seluruh pelosok desa. Pengukuhan kepengurusan baru ini menjadi babak baru bagi penguatan ekosistem usaha lokal agar lebih berdaya saing, inklusif, dan mampu menjangkau rantai pasok hingga tingkat tapak.
Langkah strategis ini menandai komitmen bersama antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha lokal dalam menaungi potensi ekonomi daerah. Dengan populasi pelaku usaha mikro dan kecil yang tersebar di 40 kecamatan, hadirnya Forum UMKM diharapkan dapat menjadi jembatan advokasi, inkubasi, sekaligus penggerak utama modernisasi bisnis berbasis potensi daerah.
Pengukuhan pengurus tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan. Dalam prosesi tersebut, posisi Ketua Forum UMKM Kabupaten Cirebon dipercayakan kepada Bambang Setiawan.
Baca Juga:Raih WTP 11 Kali Berturut-turut, DPRD Kabupaten Cirebon Minta Pemkab Bekerja Lebih NyataDesak Presiden Prabowo Segera Evaluasi Pucuk Pimpinan Polri, Ray Rangkuti Beberkan Alasan Pergantian Kapolri
Alex Suheriyawan menegaskan bahwa sektor UMKM merupakan pilar utama perekonomian di Kabupaten Cirebon, sehingga keberadaan forum ini dituntut untuk langsung mengeksekusi program-program berdampak nyata bagi penguatan kapasitas pelaku usaha.
Sementara itu, Ketua Forum UMKM Kabupaten Cirebon, Bambang Setiawan, menyampaikan visinya untuk menjadikan organisasi ini sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Ia menekankan bahwa fokus utama forum tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan, melainkan menyasar percepatan ekonomi berbasis desa.
“Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antar pelaku UMKM, mendorong inovasi, serta memperjuangkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Bambang Setiawan.
Guna merealisasikan target tersebut, Forum UMKM Kabupaten Cirebon bakal memfokuskan kinerjanya pada sejumlah program prioritas. Program tersebut mencakup peningkatan literasi bisnis, digitalisasi Pemasaran, perluasan akses pembiayaan, hingga pembentukan jejaring kemitraan dengan sektor industri dan koperasi agar produk lokal Cirebon mampu menembus pasar nasional. (rif/dbs)
