Usut Tuntas Kematian Istri Dokter di Babakan, Satreskrim Polresta Cirebon Turunkan Tim Inafis

Misteri kematian istri dokter di Babakan
Jenazah korban dugaan pembunuhan di Babakan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang, Kabupaten Indramayu, guna menjalani proses autopsi oleh tim medis forensik, Jumat (25/9/2026).
0 Komentar

CIREBON – Warga Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendadak gempar menyusul tragedi berdarah yang merenggut nyawa seorang perempuan paruh baya. Korban yang diketahui bernama Karningsih (66) ditemukan tewas secara mengenaskan di dalam kamar rumahnya sendiri dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya. Peristiwa kelam ini sontak menarik perhatian publik serta menyisakan tanda tanya besar terkait motif di balik aksi kekerasan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tragis ini pertama kali terungkap ketika sang suami, yang berprofesi sebagai seorang dokter, baru saja tiba di rumah usai merampungkan jadwal praktiknya pada Kamis (24/9) malam. Niat awal hendak beristirahat setelah seharian bekerja berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika sang suami mendapati belahan jiwanya sudah terbujur kaku tak bernyawa di atas tempat tidur dengan kondisi bersimbah darah.

Menghadapi situasi yang sangat mengguncang mental tersebut, sang suami segera bertindak cepat dengan meminta bantuan kepada adik iparnya. Keduanya kemudian sepakat untuk melaporkan kejadian mengerikan itu kepada aparat kepolisian setempat. Laporan darurat tersebut langsung direspons sigap oleh jajaran Polsek Babakan bersama Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon yang bergegas mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan awal.

Baca Juga:1.063 Warga Cirebon Berangkat Jadi Pekerja Migran Tiap BulanPolemik Fasilitas "Apartemen" Lapas Cibinong: Pemerintah Buka Pintu Seluasnya untuk Investigasi

Perangkat Desa Babakan Gebang, Abi Fahmi, membenarkan adanya peristiwa menghebohkan yang mencoreng keamanan wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa suasana di sekitar kediaman korban seketika dipadati oleh warga sekitar yang merasa penasaran sekaligus terkejut mendengar kabar kematian tragis tersebut. Kendati demikian, kerumunan warga berhasil dikendalikan dengan cepat setelah aparat kepolisian tiba di tempat kejadian perkara (TKP) guna sterilisasi.

“Nggak lama setelah kejadian banyak warga yang ingin lihat tapi nggak lama juga petugas kepolisian datang ke lokasi,” ujar Abi saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2026).

Sebagai langkah profesional penegakan hukum, pihak kepolisian langsung bergerak taktis. Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Irfan Alireja, menyatakan bahwa tim Inafis langsung diterjunkan untuk melaksanakan olah TKP secara mendalam serta memasang garis polisi (police line) di sekeliling rumah korban guna mengamankan barang bukti. Dari hasil identifikasi awal di lapangan, petugas memang mendapati adanya sejumlah luka tusukan pada beberapa bagian tubuh korban.

0 Komentar