Babi Hutan Masuk Permukiman di Lemahabang Cirebon, Seorang Anggota Linmas Terluka Diterjang Satwa Liar

Babi Hutan Masuk Permukiman di Lemahabang Cirebon, Seorang Anggota Linmas Terluka Diterjang Satwa Liar
Foto tangkapan layar detik-detik babi hutan menyerang pemukiman hingga ditangkap warga Lemahabang, Kamis (8/10/2026).
0 Komentar

CIREBON – Suasana tenang warga Dusun Dua, Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, mendadak gempar pada Kamis (8/10/2026) siang. Seekor babi hutan berukuran besar secara mengejutkan menerobos area permukiman warga dan memicu kepanikan massal setelah menyerang petugas yang berupaya mengevakuasinya.

Insiden berdarah tersebut mengakibatkan seorang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) setempat mengalami cedera serius pada bagian tangan akibat gigitan dan serudukan satwa liar berbobot lebih dari 50 kilogram tersebut.

Kehadiran satwa hutan ini pertama kali disadari oleh pemilik kandang kambing di Dusun Dua. Babi hutan tersebut diduga keluar dari habitat aslinya di area perkebunan atau kawasan hutan sekitar desa. Lantaran panik dan terdesak, satwa liar itu memilih bersembunyi di rongga bawah bangunan kandang ternak milik warga.

Baca Juga:Pemprov Jabar Libatkan 25.000 Mahasiswa untuk Dampingi Masyarakat Kelola SampahKasus Kematian Istri Dokter di Babakan Masih Ditangani Satreskrim Polresta Cirebon, Publik Tunggu Perkembangan

Khawatir akan potensi ancaman keselamatan lingkungan, pemilik kandang segera melaporkan keberadaan babi hutan tersebut kepada aparatur Linmas Desa Sigong untuk dimintai bantuan evakuasi. Namun, ketika petugas Linmas mencoba mendekati titik persembunyian untuk mengamankannya, satwa tersebut merespons secara agresif dan langsung melancarkan serangan terbuka.

Komandan Regu (Danru) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Sektor Lemahabang, M. Imron, mengonfirmasi kronologi perjumpaan yang berujung pada insiden penyerangan tersebut.

“Dugaan awal satwa liar ini datang bergerak dari arah kebun atau hutan terdekat, lalu menyusup ke permukiman warga hingga akhirnya bersarang di bawah kandang kambing,” kata M. Imron saat memberikan keterangan resmi pada Kamis (8/10/2026).

Imron menambahkan bahwa dorongan sifat defensif dari babi hutan berukuran masif tersebut menjadi pemicu utama terjadinya kontak fisik berisiko tinggi.

“Sesaat setelah pemilik kandang melapor, anggota Linmas langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan situasi. Namun, begitu mendekat, babi hutan tersebut mendadak mengamuk dan menyerang secara ganas hingga mengakibatkan salah satu jari tangan anggota Linmas terputus akibat gigitan,” jelas Imron.

Jeritan dan kekacauan akibat serangan mendadak itu seketika memancing kerumunan warga setempat yang mendatangi lokasi kejadian di sekitar kandang kambing. Situasi darurat ini memerlukan penanganan ketat guna mencegah jatuhnya korban tambahan dari kalangan masyarakat umum sebelum tim evakuasi berhasil menaklukkan satwa agresif tersebut. (rif/dbs)

0 Komentar