DEPOK — Kendala birokrasi dan sekat wilayah administratif yang selama ini sering mengular saat masyarakat membutuhkan penanganan darurat medis di luar daerahnya kini resmi dipangkas. Sebanyak 65 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di seluruh Jawa Barat menyepakati komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi sistem kesehatan terpadu. Strategi kesepakatan ini memungkinkan seluruh warga Jawa Barat memperoleh akses pengobatan melintasi daerah tanpa hambatan kependudukan maupun administrasi rujukan yang berbelit-belit.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Layanan Kesehatan tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kantor Wali Kota Depok pada Rabu (7/10/2026). Langkah progresif ini tidak hanya memperluas jejaring antar RSUD kabupaten/kota di Jawa Barat, tetapi juga mengintegrasikan fasilitas layanan kesehatan dengan sejumlah rumah sakit rujukan tingkat nasional milik pemerintah pusat serta rumah sakit swasta.
Terobosan ini menjadi jawaban atas dinamika mobilitas penduduk yang tinggi di Jawa Barat, di mana warga sering kali membutuhkan perawatan medis mendesak saat sedang beraktivitas di luar domisili KTP mereka. Selain mempermudah mobilitas pasien, skema kerja sama ini dirancang khusus untuk menjamin perlindungan medis bagi masyarakat yang menghadapi masalah pembiayaan, seperti kendala kesehatan maupun penunggakan BPJS Kesehatan.
Baca Juga:Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 5,25 Kg Emas Rp12 Miliar di Bandara KertajatiKomisi II DPRD Minta Tinjau Ulang Reklasifikasi Tarif Air PAM
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kehadiran negara tidak boleh terhalang oleh sekat-sekat birokrasi, terutama ketika menyangkut keselamatan jiwa warga. Ia menyoroti pentingnya kepekaan pemerintah daerah agar tidak membiarkan masyarakat berjuang sendirian di tengah krisis kesehatan.
“Negara harus hadir ketika rakyat mengalami kesulitan. Kita tidak boleh membiarkan rakyat kita dalam keadaan sulit, sedangkan kita seolah-olah tidak tahu,” ujar Dedi Mulyadi dengan tegas di hadapan para kepala daerah dan direktur rumah sakit yang hadir.
Guna menopang kualitas penanganan medis tingkat lanjut, jaringan layanan ini didukung oleh rumah sakit referensi utama milik pemerintah pusat. Beberapa fasilitas kesehatan tingkat nasional yang terlibat di antaranya adalah Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, serta RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
