CIREBON — Ratusan hektare lahan pertanian di kawasan timur Kabupaten Cirebon kini berada dalam bayang-bayang krisis air mendalam. Kebocoran kronis yang melanda Bendungan Karet Tawangsari, Kecamatan Losari, tidak hanya mengancam pasokan air irigasi, tetapi juga memicu risiko masuknya intrusi air laut yang dapat merusak kualitas tanah dan memicu gagal panen massal.
Kerusakan infrastruktur penahan air tersebut tercatat telah berlangsung lebih dari satu tahun tanpa adanya penanganan permanen. Kondisi ini menempatkan para petani lokal pada situasi yang serba sulit, terutama saat debit air tawar menyusut dan fenomena pasang air laut (rob) terjadi secara berkala.
Petani Desa Tawangsari, Sarwandi alias John, mengungkapkan bahwa dampak kebocoran bendungan tersebut sangat fatal terhadap keberlangsungan aktivitas bercocok tanam warga setempat.
Baca Juga:MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran karena Pemohon Tak Punya Legal StandingDiduga Keracunan Makanan Program MBG, 105 Siswa SMAN 1 Tukdana Indramayu Dirawat Medis
“Bendungan karet ini bocor dan berdampak sangat signifikan terhadap pengairan sawah. Untuk wilayah Tawangsari saja, areal yang terdampak mencapai lebih dari 100 hektare, belum lagi memperhitungkan lahan di desa-desa sekitar,” ujar Sarwandi, Selasa (6/10/2026).
Sarwandi menegaskan bahwa fungsi Bendungan Karet Tawangsari memegang peranan yang amat vital bagi sistem irigasi lintas wilayah. Selain menyuplai air tawar ke Desa Tawangsari, aliran bendungan tersebut menopang kebutuhan pertanian di Desa Kalirejo dan Desa Kalisari, bahkan turut terhubung dengan jaringan irigasi pertanian di wilayah perbatasan Jawa Tengah.
Ancaman terbesar yang paling dikhawatirkan para petani saat ini adalah terjadinya intrusi air laut ke areal persawahan. Ketika air laut pasang, celah kebocoran pada bendungan membuat air asin atau payau mengalir bebas masuk ke dalam saluran irigasi utama.
“Saat terjadi pasang air laut atau rob, air asin bisa terdorong masuk cukup jauh ke saluran irigasi dengan Ketinggian limpasan melebihi satu meter. Hal ini menjadi ancaman serius, sebab tanaman padi mutlak membutuhkan pasokan air tawar agar dapat tumbuh dengan baik,” kata Sarwandi menjelaskan.
Meski keluhan dan laporan terkait kerusakan Bendungan Karet Tawangsari telah berulang kali disampaikan kepada instansi dan pihak berwenang, hingga kini belum ada langkah konkret perbaikan secara menyeluruh. Para petani berharap pemerintah daerah maupun dinas terkait segera turun tangan mengambil tindakan darurat guna mencegah dampak kerugian ekonomi yang lebih luas bagi sektor pertanian di wilayah perbatasan tersebut. (red/dbs)
