Sidak TPS Talun, Ketua DPRD Cirebon Dorong Solusi Jangka Panjang

Ketua DPRD Kab Cirebon sidak TPA Talun
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., turun langsung ke lokasi untuk meninjau penanganan tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut tersebut, Minggu (21/6/2026).
0 Komentar

CIREBON – Keluhan panjang masyarakat terkait persoalan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Jalan Soekarno-Warung Asem, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, akhirnya mendapat respons konkret. Menanggapi jeritan warga yang terganggu oleh bau menyengat dan lingkungan yang kumuh, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., turun langsung ke lokasi untuk meninjau penanganan tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut tersebut, Minggu (21/6/2026).

Politisi senior PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa persoalan sampah di wilayah pemukiman tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius. Usai melakukan inspeksi mendadak (sidak), Sophi langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon untuk segera melakukan tindakan darurat.

Merespons desakan cepat dari legislatif, DLH Kabupaten Cirebon langsung menerjunkan alat berat serta sepuluh armada dump truck ke lokasi guna menguras habis tumpukan sampah yang telah lama menggunung.

Baca Juga:Manipulasi Absensi Digital, Ratusan ASN Pemkab Cirebon Diperiksa Maraton Terkait Penggunaan 'Fake GPS'Menuju Reakreditasi 2026, RSUD Waled Mantapkan Kapasitas SDM Lewat Pelatihan Internal

“Keluhan ini sudah lama disampaikan oleh masyarakat setempat. Warga sangat mengeluhkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas, serta kondisi TPS yang semakin kumuh akibat keterlambatan pengangkutan,” ujar Sophi Zulfia di sela-sela peninjauan.

Sophi menambahkan, kehadirannya di lapangan bukan sekadar seremonial belaka, melainkan untuk memastikan bahwa proses evakuasi dan pembersihan sampah berjalan maksimal hingga tuntas. Ia juga mengingatkan instansi terkait untuk segera membenahi tata kelola sampah di Kabupaten Cirebon agar ke depannya tidak lagi menggunakan pemadam kebakaran sebagai sistem manajemen krisis.

“Saya berharap persoalan serupa tidak kembali berulang di kemudian hari. Pemerintah daerah harus segera merumuskan dan menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang jauh lebih efektif, integratif, dan berkelanjutan,” tegas perempuan yang menyandang gelar doktor hukum tersebut.

Apresiasi dan Upaya Swadaya Masyarakat yang Sempat Kewalahan

Langkah responsif Ketua DPRD bersama jajaran pemda setempat mendapat apresiasi tinggi dari warga. Kendati demikian, masyarakat menaruh harapan besar agar pembersihan masif ini tidak hanya bersifat sementara atau menjadi aksi pemadam kebakaran sesaat, melainkan awal dari tata kelola lingkungan yang menetap.

Sebelum pemda turun tangan, warga setempat ternyata telah berjuang mandiri agar tidak tenggelam dalam kepungan sampah. Ketua RW 07 Perumahan Citra Lestari (PCL), Yeyet Nurhayati, S.Pd., membeberkan bahwa warga bahkan sempat melakukan urunan dana hingga mencari bantuan donatur demi menyewa alat berat secara swadaya.

0 Komentar