“Warga perumahan bersama para donatur sebenarnya sempat berinisiatif membantu pengangkutan sampah secara mandiri. Kami bahkan sempat mengerahkan satu unit beko dan dua mobil dump truck dari hasil swadaya tersebut,” ungkap Yeyet.
Namun, Yeyet mengakui bahwa keterbatasan kapasitas dan volume sampah yang terus membeludak setiap harinya membuat aksi swadaya tersebut menemui jalan buntu. Upaya mandiri warga belum mampu menyelesaikan akar masalah secara menyeluruh.
“Oleh karena itu, kami sangat berharap momentum pengangkutan yang kini dilakukan oleh DLH dapat menjadi solusi jangka panjang. Kami ingin TPS Talun ini dikelola dengan manajemen yang baik agar tidak lagi dipenuhi tumpukan sampah yang meresahkan dan mengancam kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (adv)
