BANDUNG – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tengah menjadi pusat perhatian jelang laga krusial Persib Bandung di babak playoff ACL 2. Manajemen tim Pangeran Biru bergerak cepat melakukan revitalisasi permukaan lapangan untuk memastikan kondisi terbaik saat menjamu Manila Digger FC pada 31 Agustus 2026 mendatang.
Adhitia Putra Herawan, selaku Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, mengungkapkan bahwa proses perbaikan tidak dilakukan dengan cara menurunkan seluruh hamparan rumput. Pihaknya memilih pendekatan lebih selektif, yakni menambal area-area yang rusak menggunakan teknik sodding (penggantian rumput bergulir) serta serangkaian perawatan pendukung lainnya. Langkah ini diambil sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi lapangan dan keterbatasan waktu pengerjaan.
“Yang perlu diluruskan, kami tidak mengerjakan sendiri. Kami menggandalkan kontraktor profesional yang terpilih melalui proses tender,” jelas Adhitia. Meski target awal penyelesaian jatuh pada 12 atau 14 Agustus, ia mengakui bahwa mundurnya jadwal pertandingan ke 31 Agustus justru menjadi berkah tersendiri. Waktu tambahan sekitar dua minggu itu akan dimanfaatkan maksimal agar rumput baru tumbuh sempurna dan nyaman digunakan.
Baca Juga:Rupiah Siap Meroket? Simak 2 Pemicu Utama Penguatan di Tengah Sinyal Konsumen Mulai LesuRampingkan Birokrasi BUMN, Presiden Prabowo Perintahkan Pemangkasan Anak-Cucu Perusahaan Pertamina hingga PLN
“Alhamdulillah, dengan adanya penundaan ke tanggal 31, kami punya kelonggaran waktu dua minggu untuk memantau hingga kondisi rumput benar-benar prima,” imbuhnya.
Di ranah maya, metode penambalan parsial ini sempat menuai polemik. Sejumlah pihak menilai cara tersebut kurang optimal dibandingkan penggantian total. Namun, akun resmi Stadion GBLA membantah anggapan tersebut dengan menyatakan bahwa pendekatan sodding telah melalui kajian teknis mendalam. Pertimbangan utamanya adalah tingkat kerusakan yang terukur dan tenggat waktu yang mepet sebelum kompetisi bergulir.
Tak berhenti di rumput, jajaran manajemen Persib juga melakukan pembenahan fasilitas pendukung lainnya secara berkala. Upaya ini bukan sekadar untuk memenuhi regulasi ketat dari operator ACL 2, tetapi juga untuk meningkatkan pengalaman kenyamanan bagi Bobotoh yang akan memenuhi tribun.
Tobias Ginanjar Sayidina, Ketua Umum Viking Persib Club, menegaskan bahwa setiap masukan dan kritik dari suporter bukanlah bentuk perpecahan, melainkan wujud cinta tulus terhadap kebanggaan Kota Kembang. Ia menyebut hal itu sebagai instrumen penting untuk mengingatkan dan mengawal kinerja manajemen klub.
