Jasad ABK yang Hilang Bersama Lima Jurnalis Ditemukan di Enggano, Identitas Dipastikan Lewat DNA

Surakman (60), ABK yang Hilang Bersama Lima Jurnalis Ditemukan di Enggano,
Surakman (60), ABK yang Hilang Bersama Lima Jurnalis Ditemukan di Enggano. foto: istimewa
0 Komentar

SERANG – Surakman (60), anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu yang hilang bersama lima jurnalis dan dua awak lainnya di perairan Selat Sunda, akhirnya berhasil diidentifikasi. Jenazah Surakman ditemukan di wilayah Pulau Enggano, Bengkulu, dan identitasnya dipastikan melalui pemeriksaan DNA.

Jenazah tersebut ditemukan pada Sabtu (12/9/2026) di wilayah Pulau Enggano, Bengkulu Utara. Saat ditemukan, korban masih berstatus sebagai Mr X dan kemudian dibawa untuk menjalani proses identifikasi.

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan informasi penemuan jenazah diterima pada hari kelima operasi pencarian. Jenazah selanjutnya dievakuasi menggunakan pesawat Cessna menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:240 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Otomatis Jadi Penuh Waktu Per 1 Januari 2027 Tanpa TesTuntut Komitmen Investasi, Aliansi Pemuda Cirebon Raya Geruduk PT Longrich di Pabedilan

“Pada hari Sabtu, hari kelima pencarian, kita mendapatkan informasi dari Bengkulu, bahwa di sana di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, ditemukan seorang jenazah Mr X,” kata Hengki dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Serang, Rabu (23/9/2026).

Menurut Hengki, proses identifikasi dilakukan melalui metode Disaster Victim Identification (DVI), dengan mencocokkan data antemortem dan postmortem. Pemeriksaan genetik kemudian menunjukkan kesesuaian DNA jenazah dengan keluarga korban.

“Hasil identifikasi berdasarkan pemeriksaan DVI, secara genetik, jenazah teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal,” ujar Hengki.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni dan Kepala Basarnas Banten Al Amrad.

Surakman merupakan salah satu dari tiga awak KM Arupadhatu yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Kapal tersebut membawa lima jurnalis yang hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kapal berangkat dari Dermaga Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026). Setelah itu, kapal kehilangan kontak di kawasan Selat Sunda. Operasi pencarian kemudian melibatkan tim SAR dari sejumlah wilayah, termasuk Banten, Lampung, dan Bengkulu.

Operasi SAR terhadap delapan orang yang berada di kapal tersebut berlangsung selama 10 hari sebelum secara resmi dihentikan pada Kamis (17/9/2026). Selama operasi berlangsung, tim SAR belum menemukan kapal KM Arupadhatu maupun tanda-tanda keberadaan para penumpangnya.

Baca Juga:Kunjungi Markas Yonif TP 337 Sutajaya Cirebon, Menhan Sjafrie Tekankan Pentingnya Kedekatan dengan RakyatRUPSLB RS Permata Cirebon Disoal, Manajemen Klaim Blokir SABH Tak Lumpuhkan RUPS

Sehari setelah operasi dihentikan, keluarga para jurnalis dan awak kapal melakukan tabur bunga di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Jumat (18/9/2026), sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para korban.

0 Komentar