CIREBON — Kedekatan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat kembali ditegaskan sebagai fondasi utama pertahanan semesta. Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, secara khusus melakukan kunjungan kerja strategis ke Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 337/Sutajaya yang terletak di Desa Tonjong, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, pada Selasa, 22 September 2026. Kehadiran Menhan di ujung timur Kabupaten Cirebon ini mengusung misi krusial untuk memastikan kesiapan satuan sekaligus menanamkan doktrin kerakyatan secara langsung kepada para prajurit di lapangan.
Rombongan Menteri Pertahanan tiba di kompleks markas batalyon sekitar pukul 12.55 WIB. Kedatangan orang nomor satu di jajaran Kementerian Pertahanan tersebut disambut hangat dengan jajaran penghormatan militer, sebelum ia melanjutkan agenda peninjauan mendalam terhadap fasilitas pangkalan dan kondisi barak tempat prajurit bernaung.
Dalam lawatan perdananya ke wilayah Cirebon ini, Menhan Sjafrie didampingi oleh sejumlah petinggi pertahanan negara dan Markas Besar TNI. Turut membersamai kunjungan tersebut di antaranya Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo, serta jajaran pejabat tinggi Kemhan dan Mabes TNI.
Baca Juga:RUPSLB RS Permata Cirebon Disoal, Manajemen Klaim Blokir SABH Tak Lumpuhkan RUPSPolisi Ungkap Motif Cemburu di Balik Pembunuhan Wanita Muda di Hotel Nusantara Cirebon
Tidak ketinggalan, unsur pimpinan daerah dan teritorial militer wilayah Jawa Barat turut menyambut kehadiran sang menteri. Hadir di lokasi Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Dr. Agus Bhakti, Kasrem 063/SGJ Letkol Inf Mukhammad Yusron, Danbrigif 34/Cakrabuana Kolonel Inf Arief Widyanto, serta Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat, termasuk Dandim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf Nizar Bachtiar dan Danyon TP 337/Sutajaya Mayor Inf Dinary Bagus Farera, turut mendampingi rangkaian peninjauan tersebut.
Setelah menelisik berbagai fasilitas penunjang operasional markas, kegiatan berlanjut dengan agenda kebersamaan berupa santap siang bersama antara Menhan dan ratusan prajurit Yonif TP 337/Sutajaya. Suasana keakraban tampak terjalin erat sebelum akhirnya menteri memberikan pengarahan strategis di hadapan seluruh personel.
Dalam arahannya di hadapan para prajurit pejuang, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa esensi keberadaan sebuah satuan batalyon tidak sekadar berfungsi sebagai kekuatan penangkal ancaman fisik semata. Lebih dari itu, batalyon teritorial pembangunan memiliki mandat moral yang besar untuk menyatu dan membangun sinergi yang kokoh dengan masyarakat sekitar. Ia mengingatkan bahwa setiap fasilitas dan infrastruktur markas yang berdiri megah merupakan buah dari keringat rakyat yang dikelola melalui anggaran negara.
