“Batalyon ini adalah rumahmu. Rumah ini dibuat oleh rakyat dan negara untuk menempatkan kalian sebagai prajurit yang bertugas menjaga rakyat dan menjaga kedaulatan Republik Indonesia,” tegas Sjafrie di hadapan para prajurit.
Lebih lanjut, mantan Wakil Menteri Pertahanan tersebut juga menginstruksikan agar seluruh prajurit menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai kompas moral dan etika dalam setiap langkah penugasan. Menurutnya, trilogi doktrin kemiliteran tersebut tidak boleh sekadar menjadi pajangan seremonial yang menghiasi dinding-dinding markas, melainkan harus dihayati dan diwujudkan secara nyata dalam bentuk kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Jangan hanya dipajang, tetapi harus ditaruh dalam jiwa dan raga serta dilaksanakan. Kalian adalah prajurit pejuang, prajurit rakyat, dan prajurit Tentara Nasional Indonesia,” pungkas Menhan menutup arahannya dengan penuh penekanan. (red/dbs)
