Tolak Eksploitasi Gunung Ciremai, Mahasiswa dan Warga Geruduk Pendopo Kuningan

Tolak Eksploitasi Gunung Ciremai, Mahasiswa dan Warga Geruduk Pendopo Kuningan
Massa aksi memadati kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Kuningan sambil membentangkan berbagai atribut protes berupa spanduk, poster, serta bendera perjuangan, Senin (5/10/2026).
0 Komentar

KUNINGAN — Suasana di depan Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan mendadak memanas pada Senin (5/10/2026) siang. Ratusan mahasiswa yang tergabung dari berbagai elemen masyarakat dan warga sekitar turun ke jalan guna menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran. Kedatangan massa ini membawa satu misi krusial dan tanpa kompromi, yakni menolak keras rencana proyek eksplorasi energi panas bumi atau geothermal di kawasan suci dan konservasi Gunung Ciremai.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi memadati kawasan pusat pemerintahan sambil membentangkan berbagai atribut protes berupa spanduk, poster, serta bendera perjuangan. Salah satu spanduk yang paling mencuri perhatian publik bertuliskan kritik tajam terhadap lambatnya respons pemerintah daerah, yakni “Pemkab Kuningan Dilarang Diam!!! Bupati, DPRD, KDM Bingung/Linglung”. Melalui orasi yang bergantian disuarakan, para demonstran mengecam sikap pemerintah yang dinilai ambigu dan seolah abai terhadap ancaman nyata kerusakan ekologis di wilayah kaki Gunung Ciremai apabila megaproyek tersebut dipaksakan berjalan.

Dalam orasinya, perwakilan massa aksi, Galih, menegaskan bahwa penolakan terhadap eksploitasi perut bumi Ciremai merupakan harga mati bagi keselamatan lingkungan serta keberlangsungan sumber daya air warga setempat. Ia menyatakan bahwa alih-alih mendatangkan kesejahteraan, kehadiran industri ekstraktif di kawasan konservasi justru berpotensi memicu bencana ekologis jangka panjang, mulai dari hilangnya mata air hingga rusaknya ekosistem hutan lindung.

Baca Juga:Skandal di Balik Jeruji: Pesta Sabu dan Dugem Rutan Depok Seret Puluhan Napi dan PetugasDensus 88 Bekuk 11 Tersangka Lintas Provinsi dalam Operasi Senyap

“Kami secara tegas menolak geothermal,” ujar Galih lantang di hadapan ratusan massa aksi.

Selain menyampaikan tuntutan penyelamatan lingkungan, gelombang aksi demonstrasi ini juga diwarnai kekecewaan mendalam dari para peserta aksi. Pasalnya, hingga unjuk rasa berlangsung, Bupati Kuningan dan Ketua DPRD Kabupaten Kuningan dikabarkan tidak kunjung menampakkan diri untuk menemui massa dan mendengarkan aspirasi rakyatnya secara langsung. Ketidakhadiran unsur pimpinan daerah tersebut memicu sorotan tajam, lantaran dinilai mencerminkan ketidakseriusan pemerintah dalam merespons keresahan publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Pendopo Kabupaten Kuningan masih dipadati oleh massa aksi yang terus bergantian melakukan berorasi. Para pengunjuk rasa mendesak agar Pemkab Kuningan segera menyatakan sikap resmi secara terbuka untuk menolak proyek eksplorasi geothermal Gunung Ciremai demi melindungi masa depan lingkungan dan generasi mendatang di Kota Kuda. (red/dbs)

0 Komentar