CIREBON — Hubungan asmara yang telah kandas kerap kali menyisakan luka batin, namun dalam kasus tragis di Kota Cirebon, luka tersebut berujung pada tindakan brutal yang merenggut nyawa manusia. Hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, jajaran kepolisian Polres Cirebon Kota berhasil membongkar kasus pembunuhan berencana yang menimpa seorang perempuan muda berusia 23 tahun. Jasad korban ditemukan mengenaskan di bawah kasur sebuah hotel melati di kawasan Kesambi, menyisakan duka mendalam sekaligus tanya besar mengenai batas kewajaran emosi manusia.
Peristiwa maut ini bermula ketika korban dan mantan suaminya yang berinisial S—seorang buruh harian asal Kabupaten Cirebon—datang bersama dan menyewa kamar F5 di lantai tiga Hotel Nusantara, kawasan Kesambi, Kota Cirebon. Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam pihak kepolisian, status keduanya diketahui telah resmi bercerai sekitar satu bulan sebelum insiden maut tersebut terjadi. Kendati ikatan pernikahan telah putus, dinamika emosional di antara keduanya rupanya masih menyisakan bara, yang akhirnya berkobar menjadi petaka di ruang sempit hotel tersebut.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Bimantoro Kurniawan, dalam keterangan persnya mengungkapkan bahwa motif di balik aksi pembunuhan keji ini bermula dari rasa cemburu yang mendalam. Tersangka S mengaku gelap mata dan dilanda amarah yang tak terkendali setelah mendapati sang mantan istri melakukan panggilan video (video call) dengan pria lain di hadapannya. Emosi yang membuncah seketika mengalahkan akal sehat, memicu pertikaian hebat hingga berujung pada aksi kekerasan fatal yang merenggut nyawa korban.
Baca Juga:John Herdman Coret 5 Pemain Persib dari Skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini AlasannyaManajer Kopdes Merah Putih Masih "Nganggur", Bakom: Penempatan Dilakukan Terukur, Bukan Sekadar Cepat
“Motif dari tersangka ini cemburu kepada korban,” ujar AKBP Bimantoro Kurniawan saat membeberkan hasil penyidikan awal, Selasa (22/9/2026).
Jasad korban sendiri pertama kali ditemukan oleh petugas hotel dan pihak kepolisian pada Senin (21/9/2026) siang. Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan karena disembunyikan di bawah kolong kasur kamar hotel dengan tubuh terlilit kain yang diduga merupakan sprei atau selimut. Penemuan mayat ini sontak memicu gerak cepat kepolisian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memburu pelaku yang sempat melarikan diri ke luar daerah.
