Berkat kesigapan Tim Resmob Satreskrim Polres Cirebon Kota, pelarian tersangka S tidak berlangsung lama. Polisi berhasil menciduk pelaku di wilayah Pangandaran kurang dari 1×24 jam sejak laporan penemuan jenazah diterima. Keberhasilan pengungkapan kasus kilat ini diapresiasi langsung oleh pimpinan kepolisian setempat sebagai bentuk komitmen penegakan hukum yang responsif terhadap tindak kejahatan kriminalitas di wilayah hukum Cirebon.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama dan kerja keras dari Kasat Reskrim beserta Kanit Resmob, belum sampai 1×24 jam semenjak dilaporkan, kita berhasil mengungkap perkara tersebut,” tegas Bimantoro.
Menurut keterangan Bimantoro, pelaku sempat melakukan upaya gantung diri di kamar mandi hotel setelah melnghabisi nyawa korban, namun karena situasinya tidak memungkinkan, hal tersebut gagal dilakukan.
Baca Juga:John Herdman Coret 5 Pemain Persib dari Skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini AlasannyaManajer Kopdes Merah Putih Masih "Nganggur", Bakom: Penempatan Dilakukan Terukur, Bukan Sekadar Cepat
“Setelah korban meninggal dunia, si pelaku ini mencoba untuk bunuh diri dengan cara menggantung diri di kamar mandi hotel tersebut. Tapi karena situasinya tidak memungkinkan akhirnya tidak jadi,” kata Bimantoro.
Tak berhenti di situ, S kemudian mencoba cara lain. Polisi menemukan racun tikus yang diduga akan digunakan S untuk mengakhiri hidup.
“Ditemukan racun tikus, jadi si tersangka ini sempat untuk meminum racun tikus untuk bunuh diri,” ungkap Bimantoro.
Dua upaya tersebut akhirnya gagal dilakukan. S kemudian meninggalkan hotel dan berusaha melarikan diri . S awalnya mengendarai sepeda motor. Namun kendaraan tersebut mogok di perjalanan sehingga dia melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan umum. Polisi lalu melakukan pengejaran hingga akhirnya menangkap S di salah satu tempat kerabatnya di Pangandaran.
Saat ini, tersangka S telah mendekam di sel tahanan Mapolres Cirebon Kota guna menjalani pemeriksaan lebih intensif dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pahit tentang pentingnya pengendalian emosi serta penyelesaian konflik secara bijak guna menghindari eskalasi kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa sesama. (red/dbs)
