KABUPATEN CIREBON — Peringatan Hari Jadi ke-42 Desa Gembonganmekar, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, berlangsung meriah dan penuh kekompakan. Di balik kemeriahan rangkaian acara kerakyatan yang digelar, Pemerintah Desa Gembonganmekar secara tegas menyuarakan pentingnya evaluasi sistem penghargaan (reward) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Perayaan hari jadi tahun ini dibuka dengan penuh semangat kebersamaan melalui berbagai kegiatan sosial dan hiburan warga. Mulai dari jalan santai, lomba sepeda hias, lomba adzan, tahfidz Qur’an, aksi donor darah, hingga layanan cek kesehatan gratis sukses menyedot antusiasme masyarakat yang tumpah ruah di halaman balai desa setempat pada Senin (5/10).
Namun, di sela-sela kemeriahan tersebut, Kuwu Gembonganmekar, Kamaludin, menyampaikan aspirasi penting terkait disparitas target PBB antarwilayah. Ia mendorong Pemkab Cirebon agar meninjau ulang dan menerapkan sistem pemberian reward secara berjenjang. Menurutnya, penyetaraan bentuk penghargaan bagi seluruh desa dirasa kurang proporsional mengingat beban target PBB di setiap wilayah sangat bervariasi.
Baca Juga:Ancaman Blokir Dana Desa Kabupaten Cirebon: Seluruh Pemdes Berlomba Ajukan Pencairan18 Tahun Diabaikan, Warga Tiga Desa di Cirebon Patungan Rp400 Juta untuk Beton Jalan Rusak
“Target PBB setiap desa berbeda, tetapi reward-nya disamaratakan. Ini yang menurut saya perlu menjadi perhatian,” ujar Kamaludin di hadapan warga dan tamu undangan.
Sebagai perbandingan, Kamaludin membeberkan bahwa Desa Gembonganmekar memikul target PBB yang cukup tinggi, yakni melampaui angka Rp90 juta. Angka tersebut terpaut cukup jauh jika dibandingkan dengan sejumlah desa lain yang targetnya masih berada di bawah Rp50 juta.
Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar formula reward disesuaikan dengan klasifikasi besaran target. Desa dengan target di atas Rp80 juta layak mendapatkan reward utama, sementara kategori di bawahnya dapat diberikan bentuk apresiasi lain yang tak kalah menarik, seperti kendaraan roda dua atau fasilitas penunjang wisata. Skema serupa juga disarankan bagi desa dengan target di bawah Rp50 juta agar tetap termotivasi.
“Intinya, reward disesuaikan dengan tingkatan target PBB masing-masing desa. Harapan kami usulan ini bisa didengar dan menjadi bahan evaluasi ke depan,” tegas Kamaludin.
Di tingkat internal desa sendiri, Pemdes Gembonganmekar konsisten menerapkan strategi jemput bola untuk mendongkrak kesadaran pajak warganya. Tradisi pemberian reward bagi warga yang melunasi PBB lebih awal kembali dihadirkan dalam momentum HUT ke-42 ini. Berbagai doorprize menarik seperti lemari es, mesin cuci, kipas angin, hingga hadiah utama berupa sepeda disiapkan untuk diundi bagi warga yang taat pajak.
