BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (MUSDA) XIV BPD GAPENSI Jawa Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatera No. 51, Kota Bandung, Senin (15/6/2026).
Musyawarah daerah yang mengusung tema “Membangun Generasi Cerdas Finansial Sejak Dini” tersebut diselenggarakan seiring berakhirnya masa bakti kepengurusan BPD GAPENSI Jawa Barat periode 2021–2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, sekaligus memilih kepengurusan baru yang akan memimpin GAPENSI Jawa Barat lima tahun ke depan.
Baca Juga:Kondisi Prihatin, Disperdagin Cirebon Usulkan Rp30 Miliar ke Pusat untuk Revitalisasi Total Pasar CiledugTarget Beroperasi 20 Juli, Pembangunan Sekolah Rakyat Cirebon Capai 68 Persen
Dalam sambutannya, Wagub Jabar Erwan Setiawan menyampaikan apresiasi kepada GAPENSI Jawa Barat yang selama ini menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam mendukung pembangunan, khususnya di sektor jasa konstruksi.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada GAPENSI Jawa Barat yang selama ini telah menjadi salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan, khususnya di bidang jasa konstruksi,” ujar Wagub Erwan.
Menurutnya, sektor konstruksi memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan daerah karena menjadi fondasi lahirnya berbagai infrastruktur, fasilitas publik, dan sarana penunjang kemajuan ekonomi serta pelayanan masyarakat.
“Pembangunan daerah yang kita dorong hari ini tidak mungkin berjalan tanpa dukungan pelaku usaha jasa konstruksi yang profesional, berdaya saing, dan berintegritas,” ucap Dia.
Erwan Setiawan menegaskan, GAPENSI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan bagian penting dari ekosistem pembangunan di Jawa Barat.
Oleh karena itu, MUSDA menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas anggotanya dalam menghadapi berbagai tantangan yang terus berkembang.
Dirinya menilai dunia konstruksi saat ini dihadapkan pada tuntutan yang semakin kompleks, mulai dari kualitas pekerjaan, efisiensi, keselamatan kerja, transparansi, hingga pemanfaatan teknologi dalam setiap proses pembangunan.
Baca Juga:Atasi Kuota Negeri, Pemprov Jabar Gandeng 700 Sekolah Swasta dan Gratiskan Biaya Lewat Beasiswa PancawaluyaHUT ke-599 Kota Cirebon: Usung Tema 'Manunggal Winangun Caruban', Wali Kota Ajak Warga Bersatu Bangun Daerah
“GAPENSI dituntut untuk terus bergerak dan berbenah agar memiliki daya saing yang kuat serta tetap menjunjung tinggi etika usaha,” ujarnya.
Pun Pemda Provinsi Jabar, lanjut Erwan, berharap GAPENSI dapat terus mendorong lahirnya pelaku jasa konstruksi yang unggul, taat aturan, dan berorientasi pada kualitas hasil pekerjaan.
