Kondisi Prihatin, Disperdagin Cirebon Usulkan Rp30 Miliar ke Pusat untuk Revitalisasi Total Pasar Ciledug

Rencana revitalisasi pasar ciledug
Infrastruktur Pasar Ciledug sudah usang karena tidak tersentuh perbaikan besar selama lebih dari dua dekade.
0 Komentar

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) tengah bersiap merombak total wajah Pasar Ciledug yang berlokasi di Desa Ciledug Tengah, Kecamatan Ciledug. Langkah ini diambil lantaran kondisi fisik salah satu pasar tradisional terbesar di wilayah timur Cirebon tersebut dinilai sudah sangat memprihatinkan, kumuh, dan tidak lagi layak untuk menampung aktivitas roda perekonomian masyarakat.

Rencana besar ini mencuat ke permukaan setelah Disperdagin melakukan rapat kerja intensif bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon. Berdasarkan hasil kajian bersama legislatif, disepakati bahwa pembenahan pasar ini tidak bisa lagi ditunda. Mengingat skala perbaikan yang masif, pemerintah daerah memutuskan untuk meminta intervensi anggaran dari pemerintah pusat.

Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Disperdagin Kabupaten Cirebon, Teguh Mulyono, mengungkapkan bahwa infrastruktur Pasar Ciledug sudah usang karena tidak tersentuh perbaikan besar selama lebih dari dua dekade. Kerusakan yang merata di berbagai sudut bangunan membuat opsi perbaikan parsial atau renovasi kecil sudah tidak lagi efektif.

Baca Juga:Target Beroperasi 20 Juli, Pembangunan Sekolah Rakyat Cirebon Capai 68 PersenAtasi Kuota Negeri, Pemprov Jabar Gandeng 700 Sekolah Swasta dan Gratiskan Biaya Lewat Beasiswa Pancawaluya

“Pasar Ciledug ini terakhir kali dibangun pada tahun 2004 silam. Melihat kondisinya saat ini yang sudah sangat tidak layak dan rapuh, satu-satunya solusi terbaik adalah melakukan revitalisasi total secara menyeluruh,” ujar Teguh kepada awak media, Senin (15/6/2026).

Teguh menjelaskan, pihaknya tengah mematangkan berkas usulan anggaran yang akan diajukan kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI pada tahun anggaran 2027 mendatang. Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk membangun ulang pasar legendaris ini diproyeksikan mencapai Rp30 miliar. Nilai tersebut dianggap realistis mengingat luasnya area pasar yang harus ditata ulang.

“Proyeksi anggaran sebesar Rp30 miliar ini kami hitung secara cermat berdasarkan luas kawasan pasar yang mencapai 9.000 meter persegi, dengan rencana pemanfaatan luas bangunan inti sekitar 7.000 meter persegi. Kami ingin memastikan bangunan yang baru nanti benar-benar representatif,” tambah Teguh secara rinci.

Urgensi pembangunan ulang ini terbilang sangat tinggi. Pasalnya, Pasar Ciledug merupakan urat nadi perekonomian yang menjadi tumpuan hidup bagi ratusan pedagang. Berdasarkan data terkini dari Disperdagin, pasar ini menampung sedikitnya 272 unit kios, 328 unit los, serta 176 lapak lemprakan. Secara keseluruhan, ada sekitar 786 pedagang aktif yang menggantungkan pencahariannya di tempat ini setiap harinya.

0 Komentar