JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Cirebon secara aktif memamerkan potensi basis konsumen lokal dan kesiapan infrastruktur wilayah untuk memikat para penanam modal. Langkah ini diambil dengan mengandalkan potensi pasar besar yang didukung oleh jumlah penduduk mencapai sekitar 2,5 juta jiwa sebagai magnet utama daya tarik investasi.
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., menegaskan bahwa potensi demografi yang mencakup 40 kecamatan, 412 desa, dan 12 kelurahan tersebut bukan sekadar angka administratif, melainkan basis pasar konsumsi yang sangat potensial untuk menopang keberlanjutan berbagai sektor bisnis.
“Kabupaten Cirebon memiliki potensi pasar dan sumber daya yang sangat kuat. Dengan populasi mencapai 2,5 juta jiwa, daerah kami menawarkan pangsa pasar yang besar untuk mendukung ekspansi bisnis. Kami tidak hanya menunggu, tetapi siap menjemput bola dan memfasilitasi seluruh kebutuhan para investor agar iklim usaha makin kondusif,” ujar Imron saat menghadiri ajang Kunci Bersama Summit 2026 di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Baca Juga:Jalan Cihampelas Resmi Dikelola Pemprov Jabar, Penataan Segera DimulaiDisdukcapil Kabupaten Cirebon Imbau Pasangan Nikah Siri Segera Ikut Isbat Nikah demi Kepastian Hukum Anak
Imron memaparkan bahwa ruang investasi di Kabupaten Cirebon sangat terbuka lebar dan tidak terbatas pada sektor industri manufaktur semata. Pemerintah daerah membuka pintu lebar-lebar bagi diversifikasi investasi di bidang perdagangan, pertanian, pariwisata, jasa, hingga pengolahan hasil daerah berbasis ekonomi kerakyatan. Langkah ini diharapkan memicu multiplier effect bagi perekonomian lokal, mulai dari penciptaan lapangan kerja baru hingga peningkatan daya beli masyarakat.
Penguatan potensi Cirebon ini turut mendapat sorotan dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY menilai wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah yang tergabung dalam kawasan Kunci Bersama—termasuk Kabupaten Cirebon—memiliki posisi geopolitik dan ekonomi yang sangat strategis untuk dibentuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Meski demikian, AHY menekankan pentingnya percepatan pembenahan infrastruktur dasar guna mendukung arus investasi tersebut.
“Kawasan Kunci Bersama ini menyimpan potensi luar biasa di sektor ekonomi, industri, dan pariwisata. Namun, kita harus jujur bahwa tantangan konektivitas, aksesibilitas, dan ketersediaan infrastruktur dasar masih perlu terus diperkuat agar integrasi wilayah berjalan optimal,” jelas AHY.
