Resmi Beroperasi, Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon Tampung 270 Siswa: Langkah Nyata Wujudkan Akses Pendidikan

Pembukaan Sekolah Rakyat Terintegrasi Cirebon
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., menyampaikan rasa syukur mendalam atas terealisasinya operasional Sekolah Rakyat tersebut, Jumat (31/7/2026).
0 Komentar

CIREBON — Angin segar berembus bagi dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon. Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Cirebon secara resmi meluncurkan operasional perdananya yang ditandai dengan pembukaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi ratusan peserta didik baru tahun ajaran 2026, pada Jumat (31/7/2026).

Kehadiran lembaga pendidikan ini diproyeksikan menjadi pilar penting dalam memperluas pemerataan serta keterjangkauan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., menyampaikan rasa syukur mendalam atas terealisasinya operasional Sekolah Rakyat tersebut. Ia mengapresiasi sinergi erat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang dinilai tanggap merespons kebutuhan sarana belajar bagi anak-anak di daerah.

Baca Juga:Tingkatkan Profesionalisme Perusahaan Daerah, Wali Kota Cirebon Lantik Direksi dan Dewas Tiga BUMDKebutuhan Air Bersih Diduga Dimanfaatkan, Tiga Pejabat Perumda Tirta Bhagasasi Terseret Kasus Korupsi

Secara khusus, Imron menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas komitmen serta perhatian besarnya terhadap penguatan sektor pendidikan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Cirebon dan seluruh lapisan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi ini merupakan wujud nyata kepedulian negara dalam membuka pintu kesempatan belajar yang seluas-luasnya bagi anak-anak kita,” tegas Bupati Imron usai meninjau pembukaan MPLS, Jumat (31/7/2026).

Pada tahap awal operasionalnya, Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Cirebon memfasilitasi sebanyak 270 siswa. Kuota tersebut terbagi secara merata pada tiga jenjang pendidikan, yakni 90 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), 90 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 90 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

Pengintegrasian tiga jenjang pendidikan dalam satu kawasan ini dirancang guna memastikan keberlanjutan studi para siswa tanpa khawatir terputus di tengah jalan.

Lebih jauh, Imron menekankan bahwa keberadaan SRT bukan sekadar menambah jumlah fisik bangunan sekolah, melainkan menjadi wadah pembentukan karakter dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) daerah agar siap bersaing di masa depan.

“Harapan besar kita adalah anak-anak ini dapat menyelesaikan pendidikannya secara tuntas hingga tingkat akhir. Dengan pembekalan ilmu pengetahuan yang kuat, integritas, dan keterampilan yang relevan, mereka akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang unggul, berdaya saing, dan siap membangun daerah,” pungkasnya. (rif/dbs)

0 Komentar