​Di tempat yang sama, Camat Pangenan, Baihaqi, menyambut baik langkah taktis DPRD dan BBWS. Ia mengingatkan kembali memori kelam pada 19 Mei 2026 lalu, di mana banjir besar sempat merendam tiga desa sekaligus—Desa Bendungan, Desa Rawaurip, dan Desa Pangenan—selama hampir 24 jam. Bencana tersebut bahkan sempat melumpuhkan total urat nadi transportasi Pulau Jawa, yakni Jalur Nasional Pantura.
​”Kejadian ini bukan yang pertama kali. Sejak tahun 2021, banjir terus berulang dan penanganannya belum maksimal. Kami berharap titik-titik yang paling kritis, seperti kawasan tanggul yang berbatasan dengan Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, bisa segera diprioritaskan karena menjadi salah satu pemicu utama luapan air ke wilayah kami,” cetus Baihaqi.
​Senada dengan Camat, Kuwu (Kepala Desa) Beringin, Agung Gunawan, menaruh harapan besar agar kunjungan kerja ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tanpa realisasi. Warga desa mengaku sudah lelah hidup di bawah bayang-bayang ketakutan banjir tahunan. Merujuk pada banjir pertengahan Mei lalu, sedikitnya 50 hektare sawah di desanya terendam total, dan beberapa titik permukiman tergenang hingga empat hari, yang memicu kerugian materi yang sangat besar bagi petani.
Baca Juga:Kemensos Resmi Buka Lowongan 3.053 Formasi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026, Segini Rincian Gaji dan TunjangannyaPolda Jabar Tunda Operasi Patuh Lodaya 2026 hingga Batas Waktu yang Belum Ditentukan
​Menanggapi desakan tersebut, Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, membeberkan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. BBWS telah resmi mengusulkan program penanganan permanen Sungai Cimanis melalui skema pendanaan pinjaman luar negeri (loan) dalam proyek strategis Flood Management in Selected Area for Support Food Security.
​”Penanganan permanen ini sedang kami usulkan melalui program tersebut karena tujuannya beririsan langsung dengan pengendalian banjir sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. Jika usulan ini disetujui oleh pemerintah pusat, maka pembangunan infrastruktur permanen di Sungai Cimanis diperkirakan dapat mulai direalisasikan pada tahun 2027 atau 2028 mendatang,” tandas Dwi Agus. (adv)
