Dedi Mulyadi Garansi Keamanan Industri di Jabar: Babat Habis Premanisme dan Hambatan Birokrasi

KDM tegaskan akan atasi premanisme
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemprov akan atasi hambatan birokrasi dan premanisme di sektor industrial Jawa Barat.
0 Komentar

BANDUNG – Calon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk pasang badan dalam melindungi sektor industri di wilayah Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai strategi utama guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi serta memperluas ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat Tatar Sunda.

Dalam pemaparannya mengenai arah kebijakan pembangunan Provinsi Jawa Barat, pria yang akrab disapa Kang Dedi ini menyoroti vitalitas kawasan industri yang kini menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Menurutnya, integrasi jalur logistik seperti akses tol di wilayah Bekasi hingga Karawang harus dioptimalkan dengan jaminan keamanan investasi yang absolut.

Efek Domino Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Dedi menjelaskan bahwa keberadaan pabrik dan kawasan industri bukan sekadar urusan produksi, melainkan mesin penggerak ekonomi rakyat kecil. Ia menekankan adanya inner circle ekonomi yang lahir secara organik di sekitar kawasan industri.

Baca Juga:Mensos Tegaskan Pecat Pendamping PKH Nakal, Buntut Korupsi Bansos di CirebonTindak Tegas ODOL, Dishub Jabar Gelar Operasi Rutin di Ruas Cikembar-Jampang Tengah

“Industri menghasilkan apa? Ribuan orang bekerja, pajak terbayar, dan lahir lingkaran ekonomi di sekitarnya. Ada tukang pecel lele, tukang rujak, hingga warung nasi padang yang hidup karena adanya buruh pabrik,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya melalui kanal YouTube Lembur Pakuan Channel.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dampak kesejahteraan ini merembet hingga ke unit terkecil masyarakat. Perkembangan industri memungkinkan warga membangun rumah, membiayai sekolah anak, hingga meningkatkan daya beli yang menggerakkan sektor pembiayaan.

Perang Melawan Premanisme dan Pungli

Guna memastikan iklim investasi tetap kondusif, Dedi Mulyadi mengeluarkan peringatan keras terhadap segala bentuk gangguan yang menghambat laju industri. Ia berjanji akan menyikat habis praktik premanisme, pungutan liar (pungli), hingga tekanan-tekanan non-teknis yang sering mengintimidasi para pemilik modal.

“Saya berkomitmen menjaga industri di Jawa Barat dari berbagai gangguan. Hambatan birokrasi, aksi premanisme, hingga tekanan dari kanan-kiri akan saya bantu tuntaskan,” tegasnya dengan nada lugas.

Isu “titipan orang dalam” dan gangguan keamanan di lapangan yang selama ini menjadi momok bagi investor menjadi sasaran utama pembenahannya. Dedi menginginkan Jawa Barat menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi para pelaku usaha.

Birokrasi Tanpa Sekat dan Komitmen Lingkungan

0 Komentar