BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai kearifan lokal dapat menjadi solusi strategi sebagai energi alternatif (diversifikasi energi) guna mengantisipasi dampak kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi.
Pernyataan tersebut menanggapi kebijakan penyesuaian harga elpiji nonsubsidi yang mulai berlaku sejak Sabtu, 18 April 2026. Menurut pria yang akrab disapa KDM ini, masyarakat memiliki berbagai opsi kreatif untuk beralih dari ketergantungan pada kemasan gas.
Biogas Jadi Solusi Utama
Salah satu sumber energi alternatif yang dibicarakan adalah biogas. Energi ini diperoleh melalui pengolahan kotoran hewan, seperti sapi, yang saat ini sudah mulai diimplementasikan oleh sejumlah peternak di Kabupaten Bandung Barat.
Baca Juga:Oknum Ketua Puskesos Galagamba Diduga Pungli Cetak Kartu BPJS, Warga Dibebani hingga Rp150 RibuKejar Target Zero TB 2030, Dinkes Kabupaten Cirebon Gencarkan Skrining Door-to-Door ke Desa
“Bisa mengelola kotoran sapi berubah jadi energi gas, bisa, sampah, bisa, listrik bisa,” ujar KDM di Kota Bandung, Senin (20/4/2026).
Api yang dihasilkan dari kompor biogas dinilai memiliki tekanan yang besar dan mumpuni untuk kebutuhan memasak sehari-hari, sehingga layak menjadi pengganti elpiji bagi masyarakat yang memiliki akses ke sumber daya tersebut.
Opsi Kayu Bakar hingga Kompor Listrik
Selain biogas, KDM menyarankan beberapa alternatif lain yang disesuaikan dengan wilayah tempat tinggal:
Wilayah Perkampungan: Pemanfaatan kayu bakar sebagai bentuk kearifan lokal yang masih relevan.
Wilayah Perkotaan: Penggunaan kompor listrik sebagai pilihan yang lebih modern dan praktis.
“Jadi memang kita harus menyesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan kita. Saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas,” tambah KDM optimis.
Rincian Kenaikan Harga
Sekadar informasi, per 18 April 2026, harga elpiji nonsubsidi di Jawa Barat mengalami kenaikan yang cukup signifikan:
Baca Juga:Buntut Viral Siswa Olok Guru, Disdik Jabar Resmi Larang Penggunaan Ponsel Saat KBMÂ 1,5 Juta Siswa SD Ikuti TKA Perdana Serentak Hari Ini
- Harga Gas Elpiji 12 kilogram pertabung Rp 228.000
- Harga Gas Elpiji 5,5 kilogram pertabung Rp 107.000
Meskipun harga nonsubsidi mulai naik, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga pada tabung subsidi elpiji 3 kilogram (gas melon). Dengan adanya diversifikasi energi ini, diharapkan beban ekonomi masyarakat akibat dampak harga energi global dapat terminimalisir. (rls/hms)
