Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi, Puncak Sedekah Bumi Karangwangun Berlangsung Meriah

Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi, Puncak Sedekah Bumi Karangwangun Berlangsung Meriah
Warga desa Karangwangun berebut tumpengan di puncak acara Sedekah Bumi dan Haul Para Sepuh, Jumat (30/10/2026)
0 Komentar

KABUPATEN CIREBON — Puncak peringatan Sedekah Bumi dan Haul Sesepuh Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, berlangsung semarak pada Sabtu (31/10/2026). Ribuan warga tampak memadati kawasan desa untuk menyaksikan sekaligus berpartisipasi langsung dalam tradisi tahunan tersebut.

Momen unik yang paling menyedot perhatian publik terjadi saat prosesi perebutan gunungan hasil bumi. Gunungan yang ditumpuk beraneka hasil pertanian dan palawija tersebut sebelumnya diarak melalui karnaval budaya mengelilingi wilayah desa. Begitu prosesi simbolis selesai, warga berbondong-bondong mendekati dan berebut hasil bumi yang dipercaya membawa kebaikan tersebut.

Aksi berebut hasil bumi ini bukan sekadar ajang hiburan rakyat semata, melainkan manifestasi rasa syukur yang mendalam atas kelimpahan rezeki dari Allah SWT. Lebih dari itu, gunungan tersebut menjadi simbol harapan kolektif masyarakat agar panen mendatang melimpah ruah, tingkat kesejahteraan meningkat, serta desa senantiasa dinaungi keselamatan dan keberkahan.

Baca Juga:Dugaan Korupsi Cukai, KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Sita Uang TunaiSedekah Bumi dan Haul Sesepuh Karangwangun, Kuwu Amy Bertekad Rawat Tradisi dan Gotong Royong 

Kuwu (Kepala Desa) Karangwangun, Taufik Islamy—yang akrab disapa Kuwu Amy—menjelaskan bahwa tradisi Sedekah Bumi memiliki kedudukan kultural dan sosial yang sangat penting, sehingga pelestariannya harus terus dijaga secara konsisten dari generasi ke generasi.

“Esensi Sedekah Bumi ini adalah sodaqohan warga Karangwangun, dari warga untuk warga. Kami ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong, kebersamaan, dan guyub,” ujar Kuwu Amy di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, perayaan tahun ini dikemas lebih komprehensif dengan memadukan unsur olahraga, keagamaan, seni budaya, hingga aksi sosial. Rangkaian perayaan diawali dengan turnamen sepak bola antarkelompok pada 24–28 Oktober 2026 di Stadion Dian Pusaka sebagai ajang mempererat tali silaturahmi.

Selanjutnya pada Kamis (29/10/2026), masyarakat menggelar napak tilas dan ziarah ke makam Mbah Kuwu Cirebon serta Sunan Gunung Jati, dilanjutkan dengan ziarah akbar, istighosah, dan doa bersama demi memohon keselamatan desa serta menghormati jasa para leluhur.

Memasuki hari Jumat (30/10/2026), panggung seni dan budaya digelar di halaman Kantor Desa Karangwangun. Berbagai pertunjukan kesenian tradisional seperti tari sinden, tari topeng, hingga barongan ditampilkan untuk menghibur warga sekaligus mengenalkan warisan leluhur kepada generasi muda, yang turut dimeriahkan oleh penampilan Seliya Marcella.

0 Komentar