CIREBON — Menghadapi persoalan tumpukan sampah kiriman laut yang terus mengepung kawasan pesisir, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Barat mengerahkan nyaris 300 personel gabungan untuk menyisir dan membersihkan Pantai Kesenden, Kota Cirebon, Jumat (30/10/2026).
Aksi resik pantai ini digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Polairud sekaligus langkah konkret kepolisian dalam merealisasikan program Green Policing dan Blue Policing yang dicanangkan oleh Kapolri.
Mengusung tema “Bersama Menjaga Laut, Bersama Melestarikan Alam”, aksi lingkungan tersebut tidak hanya melibatkan internal jajaran Ditpolairud Polda Jabar. Petugas gabungan berkolaborasi erat dengan instansi maritim lintas sektor serta barisan mahasiswa untuk menyisir hamparan sampah yang mencemari bibir pantai.
Baca Juga:Racikan Maut Alkohol 96 Persen di Cirebon, 3 Pemuda Tewas Usai Pesta MirasWamenkomdigi: BDSF 2026 Jadi Momentum Pers Ikut Cari Solusi Kejahatan Digital
Direktur Polairud Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Raden Djarot Agung Riadi, menegaskan bahwa kegiatan aksi bersih pantai ini dirancang sebagai pemantik kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan maritim secara berkelanjutan.
“Hari ini, Jumat 30 Oktober 2026, kami Direktorat Polairud Polda Jawa Barat melaksanakan salah satu program yang dicanangkan Bapak Kapolri, yaitu Green Policing dan Blue Policing. Salah satunya melalui kegiatan bersih-bersih pantai,” ujar Kombes Pol. Raden Djarot Agung Riadi di lokasi kegiatan.
Meski berhasil mengangkut volume sampah yang cukup besar, Djarot mengakui bahwa bentangan garis Pantai Kesenden yang sangat luas serta arus sampah kiriman dari laut yang konstan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kebersihan kawasan tersebut.
“Pantainya sangat luas dan mungkin tidak bisa kami cover dalam satu hari. Bahkan, kalau dihitung-hitung, bisa membutuhkan waktu satu tahun untuk benar-benar bersih. Itu pun harus dilakukan secara simultan dan berkelanjutan,” jelasnya.
Oleh karena itu, Ditpolairud Polda Jabar menekankan bahwa penanganan sampah maritim tidak dapat diselesaikan melalui kegiatan seremonial belaka. Ke depan, jajaran Ditpolairud Polda Jabar telah merancang program pelestarian lingkungan lanjutan, termasuk aksi penanaman pohon mangrove secara masif bersama berbagai elemen masyarakat.
Melalui momentum peringatan HUT ke-76 ini, kepolisian berharap aksi bersih pantai dan konservasi pesisir dapat menumbuhkan kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat. Jaga kelestarian laut dan kawasan pesisir ditegaskan bukan semata tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan tugas bersama seluruh elemen bangsa. (dbs/red)
