CIREBON — Tragedi mematikan akibat konsumsi minuman keras (miras) oplosan kembali memakan korban jiwa di wilayah Jawa Barat. Sebanyak tiga pemuda asal Desa Getasan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah pemuda lainnya masih mengalami kondisi fisik lemas setelah menggelar pesta miras oplosan yang melibatkan campuran alkohol murni berkadar tinggi dan bahan kimia berbahaya.
Peristiwa bernasib naas tersebut bermula saat kelompok pemuda yang berjumlah total 12 orang berkumpul dan menenggak racikan minuman berbahaya di wilayah Desa Getasan. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, racikan maut tersebut diproduksi secara mandiri dengan mencampurkan alkohol medis berkadar 96 persen, arak Bali, serta minuman suplemen berenergi. Tidak berselang lama setelah mengonsumsi racikan maut tersebut, reaksi racun mulai menyerang tubuh para peserta pesta satu per satu.
Kondisi kesehatan para korban memburuk secara drastis dalam waktu singkat. Tiga di antaranya yang mengalami gejala paling parah sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh pihak keluarga dan warga sekitar untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, akibat paparan alkohol berpotensi toksik yang sudah merusak organ vital, nyawa ketiga pemuda tersebut tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026) siang.
Baca Juga:Wamenkomdigi: BDSF 2026 Jadi Momentum Pers Ikut Cari Solusi Kejahatan DigitalSumedang Jadi Sorotan Nasional, Inovasi Digitalisasi 92 Desa Berbuah Penghargaan di BDSF 2026
Kepastian mengenai peristiwa tragis tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak pemerintah desa setempat. Mandor Desa Getasan, Sujadi, membenarkan bahwa warganya yang menjadi korban sempat mendapatkan upaya penanganan medis di fasilitas kesehatan sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir. Pihak desa dan warga sekitar turut mengantarkan para korban ke pemakaman setempat di tengah duka yang mendalam.
Jajaran kepolisian dari Polresta Cirebon kini bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut tuntas peristiwa yang merenggut nyawa warga tersebut. Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Irfan Alireja, mengonfirmasi bahwa kepolisian telah menerima laporan resmi dan langsung menerjunkan tim untuk mengamankan lokasi kejadian.
“Dari laporan masyarakat yang ada, memang betul terdapat tiga korban sampai dengan saat ini yang meninggal dunia akibat mengonsumsi minuman beralkohol dengan kadar tinggi yang dicampur dengan minuman berenergi,” ujar Kompol Irfan Alireja saat memberikan keterangan resmi kepada awak media di Cirebon, Kamis (29/10/2026).
