Sedekah Bumi dan Haul Sesepuh Karangwangun, Kuwu Amy Bertekad Rawat Tradisi dan Gotong Royong 

Sedekah Bumi dan Haul Sesepuh Karangwangun, Kuwu Amy Bertekad Rawat Tradisi dan Gotong Royong 
Rangkaian kegiatan Sedekah Bumi dan Haul Sesepuh Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon pada 24–31 Oktober 2026.
0 Komentar

CIREBON – Pemerintah Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, menggelar rangkaian kegiatan Sedekah Bumi dan Haul Sesepuh Desa pada 24–31 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk melestarikan tradisi leluhur, mempererat persaudaraan, sekaligus menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Kuwu Karangwangun, Taufik Islamy yang akrab disapa Kuwu Amy, mengatakan antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut sangat tinggi. Berbagai rangkaian acara disiapkan, mulai dari turnamen sepak bola antar blok, ziarah, istighosah, khatmil Quran, pentas seni budaya, hingga karnaval dan arak-arakan gunungan nasi atau tumpeng.

“Esensi Sedekah Bumi ini adalah sodaqohan warga Karangwangun, dari warga untuk warga. Kami ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong, kebersamaan, dan guyub yang menjadi ciri khas masyarakat desa,” ujar Taufik Islamy.

Baca Juga:Disdukcapil Kabupaten Cirebon Imbau Warga Rutin Perbarui Data Kependudukan KeluargaPeringati HUT ke-76 Polairud, Ratusan Personel Gabungan Sisir Sampah Kiriman di Pantai Kesenden

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan dengan mengandalkan partisipasi masyarakat. Semangat swadaya tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai kalangan, termasuk sekolah-sekolah di wilayah Karangwangun, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA. Partisipasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya dan tradisi lokal.

Dalam rangkaian acara, masyarakat turut mengikuti ziarah ke makam sesepuh desa atau Mbah Kuwu, serta ziarah ke makam Sunan Gunung Jati dan makam sesepuh di desa setempat. Selain itu, digelar pula khatmil Quran, doa bersama, istighosah, dan berbagai pertunjukan kesenian tradisional.

Sebanyak tujuh grup burok di desa tersebut turut berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan. Kesenian lokal lainnya, seperti sintren, tari topeng, dan barongan, juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Cirebon.

Taufik menjelaskan, Sedekah Bumi juga menjadi ikhtiar masyarakat untuk memohon kepada Allah SWT agar desa senantiasa diberi hujan yang membawa keberkahan, bukan bencana, serta keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh warga.

“Harapannya, melalui doa bersama dan sedekah ini, masyarakat diberikan keberkahan, keselamatan, dan dijauhkan dari berbagai musibah,” katanya.

Selain sebagai tradisi tahunan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi kebudayaan bagi masyarakat. Melalui pergelaran seni dan budaya, warga, khususnya generasi muda, dapat mengenal kembali kesenian khas Cirebon yang menjadi bagian dari identitas daerah.

0 Komentar