• Konsep Utama: Mengusung ritual larung doa lintas iman yang melibatkan pelbagai komunitas adat dan kebudayaan.
• Atraksi Seni: Menampilkan beragam seni pertunjukan tradisional unggulan dari berbagai penjuru Tanah Air.
• Nilai Keberagaman: Tidak sekadar menyuguhkan nilai hiburan visual, Cai Diraga dirancang sebagai wadah perjumpaan lintas budaya yang mengedepankan spirit toleransi, keberagaman, dan pelestarian warisan leluhur.
Baca Juga:RSUD Waled Hadirkan Layanan PIPP dan BPJS SATU untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Pasien JKNTerjaring OTT KPK , Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan 20 Orang Lainnya Ditangkap
Proyeksi Dampak Ekonomis dan Ekosistem Pariwisata
Pengembangan sektor pariwisata berbasis event ini diproyeksikan memberikan denyut pertumbuhan baru bagi perekonomian lokal. Disbudpar Kabupaten Cirebon meyakini kehadiran ratusan kontingen tari, seniman, hingga ribuan pengunjung dari luar daerah akan menggerakkan seluruh ekosistem pendukung.
”Dukungan penuh dari kementerian memperkuat posisi Cai Diraga sebagai magnet wisata skala nasional. Kami mengimbau seluruh pemangku kepentingan—termasuk pelaku industri perhotelan, pemilik restoran, penyedia jasa transportasi, hingga pengrajin ekonomi kreatif—untuk bersiap menyambut lonjakan kunjungan ini secara maksimal,” pungkas Fajar. (red/dbs)
