INDRAMAYU – Kegembiraan rombongan pengantar pengantin asal Desa Cempeh mendadak berubah menjadi duka kelam. Sebanyak 13 orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan satu unit mobil pikap berpenumpang terbuka dan dua truk tronton di Jalur Pantura, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/7) siang sekitar pukul 14.00 WIB.
Insiden berdarah ini terjadi saat mobil pikap Daihatsu GranMax bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan oleh Warkidi tengah membawa 17 orang penumpang di bak belakang. Rombongan tersebut sedang dalam perjalanan pulang menuju Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, usai menghadiri prosesi hantaran pernikahan di Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur.
Nahas, setibanya di lokasi kejadian, petaka datang tanpa terduga. Ketika mobil pikap tersebut sedang berhenti di lajur kanan dan bersiap untuk berputar arah melalui u-turn median jalan, sebuah truk Hino Wing Box bernomor polisi B 9260 TEV melaju kencang dari arah yang sama. Truk besar tersebut gagal mengantisipasi pergerakan di depannya dan menghantam bagian belakang pikap dengan keras.
Baca Juga:Misteri Dentuman Keras di Cirebon dan Kuningan Terjawab, BRIN Konfirmasi Lintasan Meteor di Langit JawaBuron Berbulan-bulan, Pelaku Curanmor yang Viral di Sukatani Diringkus Polisi di Muara Gembong
Akibat benturan keras dari belakang, mobil pikap itu terdorong hebat ke jalur berlawanan. Pada saat yang bersamaan, sebuah truk tronton lost bak bernomor polisi E 8846 BA meluncur dari arah sebaliknya dan langsung menyambar mobil pikap yang tak lagi terkendali tersebut. Hantaman ganda ini membuat para penumpang yang berada di bak terbuka terpental ke udara dan berjatuhan di atas aspal jalan raya.
Aparat kepolisian dari Satlantas Polres Indramayu bersama warga sekitar langsung bergerak cepat mengevakuasi para korban yang bergelimpangan di jalan raya menuju fasilitas medis terdekat.
Kapolres Indramayu melalui Kasat Lantas AKP Undang Syarif Hidayat mengonfirmasi bahwa total korban meninggal dunia akibat insiden maut ini mencapai 13 orang, termasuk sang sopir pikap.
“Total korban meninggal dunia dipastikan sebanyak 13 orang. Tiga korban mengembuskan napas terakhir secara langsung di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, empat korban meninggal dunia saat dievakuasi ke RS Mitra Plumbon Widasari, dan enam korban lainnya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis intensif di RS Bhayangkara Losarang,” jelas AKP Undang Syarif Hidayat saat memberikan keterangan pers, Senin (13/7).
