Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial, Suratna, menekankan bahwa fokus utama tim di lapangan saat ini adalah memastikan aspek keamanan, keselamatan, serta kenyamanan gedung bagi para siswa sebelum mereka menetap di asrama. Suratna mengakui adanya sedikit penyesuaian jadwal operasional semata-mata demi memprioritaskan keselamatan anak-anak.
“Faktor keamanan gedung tidak bisa ditawar. Kami memilih untuk tidak terburu-buru, karena jika kita paksakan membuka kegiatan belajar mengajar sebelum infrastrukturnya benar-benar siap dan ramah anak, risikonya terlalu besar bagi keselamatan mereka,” ungkap Suratna secara tegas.
Hingga saat ini, progres pembangunan fisik gedung sekolah dilaporkan telah mencapai angka 80 persen dan pengerjaannya terus dikebut siang dan malam. Untuk mendukung sistem pendidikan berasrama, fasilitas penunjang utama berupa 4 unit gedung asrama modern yang dilengkapi dengan total 544 tempat tidur telah disiapkan guna menyambut kehadiran ratusan siswa pada akhir bulan ini. (rls)
