Dukungan senada juga digaungkan oleh Pengasuh Pondok Buntet Pesantren, KH Fahad Ahmad Sadat. Dirinya mengungkapkan rasa syukur atas impresi positif yang ditunjukkan oleh tim PBNU saat melakukan inspeksi ke beberapa titik krusial di areanya, mulai dari kompleks masjid jami, ruang-ruang rapat komisi, Gedung Graha Mbah Muqayyim, hingga zonasi penunjang akomodasi muktamar.
“Alhamdulillah, visitasi tim survei PBNU memberikan angin segar dan penilaian yang sangat objektif terhadap kesiapan kami. Baik dari dimensi ketersediaan sarana-prasarana fisik maupun soliditas dukungan internal pengasuh, Pondok Buntet Pesantren siap mengemban tanggung jawab sejarah sebagai salah satu episentrum pelaksanaan Muktamar NU ke-35,” ungkap KH Fahad.
Proses verifikasi yang berlangsung di Kabupaten Cirebon ini merupakan bagian dari rantai pengambilan keputusan penting PBNU sebelum secara resmi mengetok palu penentuan lokasi definitif. Bobot hasil evaluasi komparatif ini nantinya akan menentukan di mana momentum bersejarah organisasi ulama ini akan ditambatkan.
Baca Juga:Rieke Diah Pitaloka Dorong Kepastian Hukum dan HAM dalam Pelaksanaan KDKMPPasar Emas Stagnan di Awal Pekan, Simak Update Harga Antam dan Pegadaian 6 Juli 2026
Dalam agenda survei yang berlangsung khidmat tersebut, delegasi tingkat tinggi PBNU yang hadir dipimpin langsung oleh Katib Syuriyah KH Abu Yazid Al-Busthami, didampingi Ketua PBNU KH Ahmad Fahrurrozi, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Amir Ma’ruf, Bendahara PBNU H Nuruzzaman, serta Staf PBNU Hj Qonitatul Ulya.
Kehadiran rombongan pusat ini didampingi secara melekat oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Juhadi Muhammad serta Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani. Konvergensi kehadiran para tokoh kunci dari level pusat hingga cabang ini merefleksikan keseriusan dan urgensi tinggi organisasi dalam menggaransi kesuksesan Muktamar NU ke-35 sebagai salah satu peristiwa keagamaan dan kebangsaan paling kolosal di tanah air. (rif/dbs)
