CIREBON — Sebanyak 35 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Cirebon dilaporkan masih mengalami kekosongan kuota siswa dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Fenomena sepinya peminat di puluhan sekolah plat merah ini tersebar di beberapa titik, terutama di wilayah pelosok dan perbatasan daerah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, membenarkan adanya puluhan sekolah negeri yang pagunya belum terpenuhi hingga batas akhir penutupan pendaftaran. Beberapa wilayah yang paling berdampak signifikan berada di zonasi wilayah timur, seperti di wilayah Kecamatan Ciledug dan Kecamatan Pabedilan.
“Berdasarkan data evaluasi SPMB tahun ini, memang tercatat ada sekitar 35 SMP negeri yang kuotanya belum terpenuhi atau masih kosong. Untuk wilayah timur Kabupaten Cirebon, kondisi ini mendominasi di wilayah Kecamatan Ciledug dan Pabedilan. Dalam waktu dekat, kami akan segera menggelar rapat koordinasi khusus dengan pihak kepala sekolah terkait guna merumuskan solusi dan langkah taktis terbaik,” ujar Ronianto saat ditemui usai menghadiri kegiatan kedinasan di SMPN 1 Waled, Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga:Bertahun-tahun Tanpa Proteksi Maksimal, Pemkab Cirebon Kucurkan Rp1,6 Miliar Guna Bangun Jaringan Hidran RSUDDari Eropa ke Bandung: Ragnar Oratmangoen Siap Menyala Bersama Persib
Ronianto menegaskan, terlepas dari adanya kendala pemenuhan kuota siswa di sejumlah sekolah, pelaksanaan SPMB tahun ini secara umum telah berjalan dengan kondusif dan tetap berpedoman ketat pada petunjuk teknis (juknis) serta petunjuk pelaksanaan (juklak) yang ada. Menurutnya, dinamika ini tidak akan menyurutkan komitmen Disdik untuk terus mendongkrak mutu pendidikan secara merata, baik di wilayah perkotaan maupun pinggiran.
“Komitmen kami sebagai pencetak generasi penerus bangsa adalah fokus pada peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di setiap satuan kerja. Melalui pemerataan dan peningkatan mutu sekolah yang konsisten, kita optimis ke depan setiap sekolah akan mampu mencetak siswa-siswi yang berprestasi tinggi, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” jelasnya secara optimistis.
Mengingat proses pendaftaran dan pemenuhan kuota susulan masih dimungkinkan di beberapa sekolah yang kekurangan murid, Kepala Dinas Pendidikan mengimbau kepada segenap lapisan masyarakat dan para orang tua yang anak-anaknya belum mendapatkan sekolah agar tidak ragu untuk segera mendaftar.
“Kami mengetuk kesadaran para orang tua di Kabupaten Cirebon yang anaknya belum melanjutkan sekolah untuk memanfaatkan sisa kuota yang ada. Mari kita bersama-sama mendorong anak didik kita untuk meraih masa depan dan berprestasi di jalur akademik maupun non-akademik di sekolah-sekolah negeri terdekat,” ajak Ronianto.
