Disebut Absen Dua Kali Saat Kunker Gubernur, Lucky Hakim Buka Suara

Bupati Indramayu
Bupati Indramayu, Lucky Hakim buka suara terkait ketidakhadirannya dua kali saat ada kunjungan gubernur ke wilayahnya.
0 Komentar

INDRAMAYU – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, akhirnya angkat bicara guna mengklarifikasi sentilan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait absennya Lucky dalam dua agenda kunjungan kerja (kunker) kedinasan di wilayah Indramayu. Melalui sebuah rekaman suara yang beredar luas, Lucky menegaskan bahwa ketidakhadirannya tersebut murni karena adanya benturan jadwal dengan agenda kedinasan lain yang melibatkan kementerian pusat.

Benturan Agenda dengan Kementerian Dalam Negeri

Lucky memaparkan, momen pertama ketidakhadirannya terjadi saat Gubernur melakukan kunjungan kerja ke Pabrik Sepatu di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi. Di saat yang bersamaan, Lucky harus bertolak ke Yogyakarta untuk memenuhi undangan resmi agenda Award Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dihadiri langsung oleh Mendagri.

Menariknya, Gubernur Dedi Mulyadi sebenarnya juga hadir dalam acara penghargaan tersebut untuk menerima penghargaan. Berbeda dengan sang Gubernur, Lucky hadir murni sebagai undangan dan tidak menerima penghargaan. Seusai acara malam itu, Gubernur langsung bertolak menuju Cirebon menggunakan kereta api, lalu melanjutkan perjalanan darat pada pagi buta demi meninjau pabrik sepatu di Terisi, Indramayu. Di sinilah miskomunikasi terjadi karena Lucky masih berada di lokasi agenda sebelumnya.

Baca Juga:Menteri ESDM Bantah Isu Kelangkaan Batubara sebagai Pemicu Pemadaman Listrik GiliranJadi Tersangka Korupsi Tunjangan DPRD, Wakil Bupati Indramayu Dipanggil Kejati

“Kehadiran saya di Yogyakarta adalah untuk memenuhi undangan resmi dari Kemendagri. Jadwal tersebut bertabrakan langsung dengan agenda kunker Gubernur ke pabrik sepatu di Cikawung,” ujar Lucky dalam rekaman yang beredar.

Urus Masalah Lahan Berkelanjutan di Bandung

Sementara itu, untuk momen kedua—yaitu agenda Penanaman Kedelai Nasional di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana—Lucky mengaku sedang berada di Bandung. Keberadaannya di Ibu Kota Provinsi tersebut adalah untuk menghadiri undangan krusial dari Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Pertemuan tersebut sengaja dihadiri Lucky guna membahas penyelesaian masalah Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang tengah menjadi fokus daerah.

“Pada agenda kedua di Tukdana, saya sedang berada di Bandung untuk memenuhi undangan dari Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN. Kami membahas regulasi penting terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang tidak bisa didelegasikan begitu saja,” pungkasnya memberikan klarifikasi.

0 Komentar